Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Wednesday, November 27, 2019

Penderita Diabetes Bisa Makan Apa Saja Yang Disukai, Ini Penjelasannya

Sumber: Google

Sering kali bagi penderita diabetes menganggap dirinya akan sangat terbatas dalam mengkonsumsi sesuatu. Yang sebenarnya penderita diabetes juga bisa mnegkonsumsi apa saja yang diinginkannya, hanya saja semua ada takaran dan porsinya. 

"Jika ada yang terkena Diabetes, harus empati, bukan ikut merasakan. Misalnya, dengan melakukan gaya hidup yang sehat; ajak jalan pagi atau sering berolahraga ramai-ramai. Ingat, Diabetes boleh makan apa saja, namun diatur dengan memilih, mengatur dan menghitung Asupan Makanan per harinya," kata Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE. 

Jika ingin terkontrol asupan nutrsi yang seimbang, Anda bisa mengikuti Diet ala Chef Nuning Putri dari Cookpad. Ia mengatkan, sudah lama tidak mengonsumi nasi karena kandungan gulanya yang tinggi.

"Saya mengganti asupan karbohidrat dengan umbi-umbian yang direbus," katanya.

Selain itu, setiap harinya ia selalu mengontrol Asupan Makanannya mulai sarapan hingga makan malam. Untuk sarapan, Chef Nuning menyarankan untuk mengonsumi putih telur rebus tanpa kuning telur.

"Biasanya kalau saya sarapan, pakai putih telur yang direbus tanpa kuningnya. Lalu, atau bisa dengan pilihan lain seperti sereal atau setengah buah pepaya dengan lemon. Bisa juga dengan smoothies sebagai penambah tenaga," ujarnya.

Kemudian saat menuju siang hari, ia membuat jus serba hijau.

"Kalau sudah jam sepuluh atau sebelas, biasanya saya buat jus serba hijau seperti menggunakan letus (selada) atau pakai daun kale. Menjelang malam, makan buah-buahan saja," tambahnya.

Ia juga menyarankan agar semua bahan makanan tidak digoreng, cukup direbus saja.

"Tapi kalau mau tetap digoreng, pakai minyak zaitun atau minyak kelapa saja lebih alami," tukasnya.



Sumber: Akurat.co

Tuesday, November 12, 2019

Bahaya Diabetes Miletus Bisa Menyerang Anak-Anak

Sumber: Google

Diabetes Miletus adalah penyakit serius yang tidak mengenal usia, Penyebab diabetes melitus pada anak bukan karena faktor keturunan tapi penyakit autoimun ataupun infeksi virus. Menurut penelitian, angka diabetes anak ada sekitar 5-10 persen dari total keseluruhan pasien diabetes di sebuah negara. 

Dr. dr Nanis Sacharina, Dokter spesialis anak dalam konferensi pers Hari Diabetes di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

"Jadi kalau dikatakan Indonesia ada sekitar 10 juta pasien diabetes, mungkin sekitar 10 persen dari sana ada pasien anak," ungkapnya.

Menurut dr. Nanis, diabetes melitus adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat peningkatan gula darah di atas angka normal. Untuk anak-anak sendiri paling banyak terkena diabetes melitus tipe 1. 

Diabetes melitus tipe 1 adalah kelainan sistemik yang terjadi akibat gangguan metabolisme glukosa yang ditandai dengan hiperglikemia kronik. Keadaan ini terjadi karena kerusakan sel penghasil insulin di pankreas yang bertugas menjaga keseimbangan gula darah dalam tubuh.

"Hormon yang penting untuk mengatur gula darah adalah hormon insulin. Jadi hormon insulin kalau digambarkan seperti kunci dan sel itu pintunya," tambahnya.

Lebih lanjut dr. Nanis memberitahu ciri-ciri anak yang terkena diabetes, seperti banyak minum, banyak buang air kecil, banyak makan tapi berat badannya turun, tidak naik. 

"Itu mungkin yang awal harus diperhatikan orangtua. Kalau orangtua harus rutin timbang berat badan anak, kalau diatas dua tahun setahun sekali minimal harus timbang berat badan ya itu harus rutin. Kalau gak rutin gak ketahuan," tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Sunday, October 13, 2019

Vegetarian Lebih Mudah Tekena Stroke Ini Penjelasannya

Sumber: Google

Banyak orang menjadi vegetarian untuk hidup yang lebih sehat, tapiii taukah kalian bahwa menjadi vegetarian anda lebih besar terkena resiko stroke. 

Hal tersebut dijelaskan Studi British Medical Journal yang menunjukkan, seorang vegetarian memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke. Tetapi risiko penyakit jantungnya lebih rendah, daripada orang pemakan daging.

Temuan dari studi Oxford juga menunjukkan bahwa pemakan ikan dan vegetarian memiliki tingkat risiko penyakit jantung, masing-masing 13 persen dan 22 persen yang lebih rendah daripada pemakan daging.

Namun, orang yang menjalani pola hidup vegetarian tidak perlu khawatir perihal risiko stroke. Hal itu karena masih ada faktor lainnya yang memicu seseorang menderita stroke.

Beberapa pakar gizi menyarankan para vegan untuk memperhatikan vitamin B12, yang merupakan faktor penting karena vitamin B12 cukup sedikit diperolah dari sayuran, hanya ada secara alami dalam makanan yang berasal dari hewani.

Dilansir dari World of Buzz, penelitian lain juga dilakukan pada sekitar 48.000 orang selama 18 tahun. Ini terdiri dari setengah dari peserta adalah pemakan daging, kemudian 16.000 vegetarian dan 7500 pescatarian (pemakan ikan).

Hasilnya, vegetarian memiliki peluang terkena stroke 20 persen lebih tinggi. Para peneliti berpikir hal ini dikarenakan kurangnya Vitamin B12, tetapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mencapai kesimpulan tentang ini.



Sumber: Akurat.co