Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Monday, March 16, 2020

Manfaat Anak Bermain Sendiri

Sumber: Google

Bermain adalah salah hal yang dapat menentukan karakter anak itu sendiri. Bermain bersama dengan teman-teman memiliki beberapa manfaat, demikian anak juga perlu bermain secara sendiri dan memiliki beberapa manfaat. 

Psikolog, Susan K. Perry, Ph.D., mengatakan bahwa saat Anak Bermain sendirian, mereka dipaksa menemukan cara untuk menghibur diri mereka Sendiri. Hal ini dengan sendirinya akan menyulut imajinasi dan memicu kreativitas.

"Mereka jadi mandiri dan belajar untuk menemukan solusi Sendiri," ujar Perry, dilansir AkuratParenting dari Psychology Today.

Tak hanya itu, ada beberapa manfaat yang bisa Anak dapat ketika mereka Bermain Sendiri yang perlu ayah dan bunda ketahui, berikut di antaranya:

Mengajarkan Anak bersenang-senang secara mandiri

Anak yang Bermain Sendiri akan belajar untuk bersenang-senang secara mandiri, dalam arti mereka tidak mengandalkan orang lain untuk kebahagiaan dan hiburan mereka.

Ketika Anak-Anak tumbuh, mereka mengerti bahwa mereka tidak akan selalu memiliki seseorang di samping mereka setiap saat. Dengan demikian mereka akan menjadi individu yang lebih percaya diri.

Mengasah imajinasi

Ketika Orangtua membiarkan buah hati mereka Bermain Sendiri, imajinasi dan kreativitas mereka akan terasah. Mereka akan berusaha berpikir cepat untuk membuat situasi Bermain menjadi seperti yang diinginkan.

Meningkatkan kemandirian sosial

Anak yang Bermain Sendiri akan meningkatkan rasa kemandirian yang kuat, sehingga mereka tidak harus berada di dekat orang lain atau sekelompok orang setiap saat. 

Kemandirian sosial ini akan membuat mereka merasa nyaman dalam situasi apa pun. Meski begitu, Bermain Sendiri tidak mendorong Anak untuk menghindar dari orang lain. Sebaliknya, hal ini benar-benar mempersiapkan mereka untuk menjalani hari dan menjadi lebih berani saat Bermain dengan kelompok.

Mengajarkan Anak cara menenangkan diri

Bermain di luar dengan orang banyak kadang membuat Anak kesal, apalagi saat interaksinya tidak berjalan lancar. Sedangkan Bermain Sendiri membawa rasa tenang bagi Anak-Anak dan juga rasa damai dan tidak terganggu, karena mainannya hanya dimainkannya Sendiri.

Bermain Sendiri akan membuat Anak belajar memecahkan masalah Sendiri. Mereka juga akan mulai memahami emosi mereka dengan lebih baik untuk mulai menuangkan perasaan itu kepada orang tua.

Mengajarkan Anak siap untuk sekolah

Bagi Anak-Anak usia prasekolah, Orangtua adalah teman Bermain nomor satu yang diketahuinya. Namun, ketika ayah dan bunda tidak menemani dan mengajari cara Bermain Sendiri, mereka tidak akan mengerti bahwa Orangtua tidak selalu ada secara fisik untuk bersama mereka.

Bermain sendirian membuat Anak siap untuk sekolah, karena para Orangtua tidak mungkin ikut duduk di kelas bersama mereka setiap hari. Ketika Anak telah terbiasa Bermain sendirian, mereka juga tidak akan merasa ditinggalkan ketika Orangtua yang mana tidak akan membuat Anak rewel saat memulai kehidupan barunya di sekolah.



Sumber: Akurat.co

Monday, December 2, 2019

Cara Alami Meningkatkan Pasokan ASI

Sumber: Google

Bunda untuk menjaga asi tetapi banyak sanagatlah penting. Taukah bunda ada bebrapa cara meningkatkan pasokan Asi secara alami.


Sering menyusui bayi

Ingatlah bahwa tubuhmu berfungsi berdasarkan prinsip permintaan dan penawaran. Ini berarti ketika bayimu sering menyusui, itu akan memberi isyarat pada tubuh untuk membuat lebih banyak ASI untuk memberi makan si kecil. Idealnya, bayi yang baru lahir harus diberi makan setiap dua atau tiga jam sepanjang hari.

Menyusui dari kedua payudara

Mulailah beralih di antara kedua payudara saat menyusui bayimu untuk meningkatkan pasokan ASI. Ketika bayi melambat menyusu pada payudara pertama, tawarkan payudara kedua saat menyusu yang sama.

Periksa Posisi Bayi

Tidak masalah posisi mana yang menjadi favoritmu untuk menyusui si kecil, selama ia terkunci dengan benar. Sering kali, para ibu khawatir akan memproduksi ASI yang tidak mencukupi ketika masalahnya terletak pada cara bayi menempel pada payudara. 

Jika bayi baru lahir ‘dikunci’ dengan benar, ia akan dapat minum susu sepenuhnya. Ini akan meningkatkan produksi ASI karena pengangkatan ASI yang efektif memberi sinyal tubuh untuk menghasilkan lebih banyak ASI.

Pastikan Terhidrasi

Kamu perlu memperhatikan jumlah air yang diminum. Jika Kamu merasa tidak mampu menghasilkan ASI yang cukup, minumlah setidaknya 8-9 gelas air per hari.



Sumber: Akurat.co

Penting Peran Orang Tua Tehadap Pertumbuhan Anak

Sumber: Google

Peran kedua orang tua sangat penting bagi anak, ibu adalah peran utama yang sangat penting bagi anak, tetapi mengenai hal tersebut bukan berarti seorang ayah tidak memiliki peran dalam pertumbuhan anak. Anak yang kurang mendapatkan perhatian akan mengalami hal yang tidak baik bagi pertumbuhannya. 

"Anak akan kurang mendapatkan pembelajaran, tidak ada transfer knowledge. Nantinya, setiap anak akan kesulitan menjalin interaksi dengan orang lain," lanjutnya. 

Seperti contoh, ketika anak tidak bisa membedakan komunikasi yang baik dengan seseorang, terutama wanita. 

"Efeknya itu ketika tidak paham, akan berkata keras ke pada wanita. Hal sekecil itu akan terjadi," tandasnya.

Aktifitas padat yang dilakukan orangtua, seperti sibuk bekerja, kerap kali membuat anak kurang mendapatkan kasih sayang ataupun pola asuh yang seharusnya didapatkan. 

Padahal, anak membutuhkan hal tersebut yang akan dibawa ke masa depan.



Sumber: Akurat.co


Thursday, November 28, 2019

Bunda Ini Cara Menangani Ketika Anak Berkata Kasar

Sumber: Google

Tingkah laku anak- anak memang terkadang mengejutkan terutama anak usia 3-5 tahun, karena pada usia tersebut dimana anak akan mendengan dan menghapal sembilan kata baru setiap harinya, yang ia dengar dari televisi, hingga percakapan orang di sekitarnya.

Banyak orang tua yang bingung menghadapi tingkah sang buah hati dalam peristiwa ini. Dilansir dari Parents, ada yang bisa orangtua lakukan untuk merespon ketika anak-anak melontarkan kata kotor.

Perhatikan anak lebih detil setelah mendapat penjelasan

Bila si kecil masih tetap memakai kata kotor setelah diberi penjelasan, evaluasi mengapa perilaku ini terjadi. Psikolog Emily Lowell, mengatakan, anak terkadang masih berperilaku demikian karena ada yang belum terpenuhi rasa penasarannya.

Tugas orangtua bisa mencari tahu dan membantu anak memenuhi rasa penasaran dengan cara yang baik. Misalnya saja, ketika anak mengucapkan kata kotor karena butuh perhatian, cari kesempatan untuk memujinya ketika ia berperilaku dan menggunakan bahasa yang sopan.

Terus Berkomunikasi

Timothy Jay, Ph.D, profesor psikologi di Massachusetts College of Liberal Arts, North Adams, mengatakan, anak-anak berusia lima hingga enam tahun banyak ingin tahu tentang bagian tubuh mereka dan perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan.

Jadi, jangan kaget anak akan ingin belajar tentang perbedaan fisik tersebut dan ingin membicarakannya. Tak perlu menghindari pertanyaannya, berikan informasi yang tepat sesuai usianya, tanpa harus membohongi.

So, jalin komunikasi dengan baik apapun pertanyaan sang buah hati. hal tersebut dapat membantu sang anak lebih terbuka, dan juga membuat anak percaya menceritakan tentang hal apapun kepada orangtua tanpa ada batasan.

Tetap tenang

Anak-anak penuh rasa ingin tahu. Jika ia menanyakan arti sebuah kata yang belum pernah diketahuinya sebelumnya, jawablah dengan tenang. Beri penjelasan yang bisa ia pahami dan jangan bereaksi berlebihan.

Karena, jika reaksi yang berlebihan justru membuat anak semakin penasaran. Cobalah untuk mengatakan, “Ini adalah kata yang dipakai oleh beberapa orang, tapi bukan kata yang baik dan tidak pantas untuk anak kecil”. Atau jelaskan padanya, “Kita tidak memakai kata seperti itu di keluarga kita”.


Sumber: Akurat.co



Monday, November 25, 2019

Bunda Ini Cara Mudah Cara Mudah Ajarkan Anak Untuk Bersikap Disiplin

Sumber: Google

Sikap disiplin sangat baik dan penting jika ditanamkan sejak kecil pada si buah hati, namun untuk menanamkan sikap tersebut penting untuk bunda mengtahui caranya agar anak benar benar menjadi dispilin. 

Berikut ada beberapa cara untuk mendisiplinkan anak-anakmu, sebagaimana yang dilansir dari BoldSky.

Aturan dan disiplin berjalan beriringan. Tanpa mematuhi aturan-aturan dasar tertentu, seseorang tidak bisa bersikap sopan dan disiplin. Karena itu, Kamu dapat menetapkan beberapa aturan untuk diikuti anak-anak. 

Kamu tidak perlu menjadi ‘tentara’ untuk mendisiplinkan anak-anak. Yang perlu Kamu lakukan hanyalah meminta beberapa aturan yang mudah diikuti, seperti bangun pagi, menyirami tanaman, menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu, mengatur rak buku, dan pulang tepat waktu.


Tanggapi Kesalahan yang Dilakukan oleh Anak-anak

Kadang-kadang orangtua cenderung mengabaikan kesalahan anak-anak, berpikir mereka nantinya akan menyadari masalah ini. Tetapi Kamu harus tahu bahwa ini dapat mendorong anak-anak untuk melanggar peraturan dan melakukan kesalahan cukup sering. 

Mereka mungkin merasa benar-benar oke untuk tidak disiplin dan melakukan apapun yang tampaknya benar bagi mereka. Namun, bukan berarti Kamu harus memarahinya. Sebagai gantinya, Kamu dapat meminta mereka untuk berhenti melakukan kesalahan itu dan menyuruh mereka berperilaku dengan cara yang lebih baik.

Hindari Bersikap Terlalu Keras

Seringkali orangtua berpikir bahwa berteriak pada anak-anak akan membantu mendisiplinkan mereka. Namun, ini sepenuhnya hipotetis dan salah. Ada perbedaan antara bersikap tegas dan keras. 

Tegas tidak selalu terdiri dari menggunakan kekuatan fisik dan berteriak. Suara yang tegas dan rendah juga dapat menunjukkan keketatan. Berteriak atau menggunakan kekuatan fisik untuk mendisiplinkan anak-anak tidak pernah merupakan hal yang baik untuk dilakukan. Ini dapat memiliki dampak buruk pada anak-anak dan juga dapat membuat orangtua dan anak bermusuhan setelah waktu tertentu.

Cobalah Menjadi Sedikit Fleksibel Pada Suatu Waktu

Ada saat-saat ketika anak-anak mungkin tidak dapat mengikuti beberapa aturan yang  ditetapkan. Dalam situasi seperti itu, alih-alih memarahi mereka, Kamu bisa tetap sedikit fleksibel. Tapi pastikan jika mereka tidak bermaksud melanggar aturan tersebut.

Sebagai contoh, misalkan Kamy telah menetapkan waktu untuk anak-anak kembali ke rumah, tetapi karena mereka terjebak kemacetan atau hujan, Kamu tidak perlu meneriaki mereka. Sebaliknya, tanyakan alasan mereka terlambat. Ini dapat membantu membuat anak-anak disiplin dengan waktu yang berlalu.



Sumber: Akurat.co

Tuesday, November 12, 2019

Bahaya Diabetes Miletus Bisa Menyerang Anak-Anak

Sumber: Google

Diabetes Miletus adalah penyakit serius yang tidak mengenal usia, Penyebab diabetes melitus pada anak bukan karena faktor keturunan tapi penyakit autoimun ataupun infeksi virus. Menurut penelitian, angka diabetes anak ada sekitar 5-10 persen dari total keseluruhan pasien diabetes di sebuah negara. 

Dr. dr Nanis Sacharina, Dokter spesialis anak dalam konferensi pers Hari Diabetes di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

"Jadi kalau dikatakan Indonesia ada sekitar 10 juta pasien diabetes, mungkin sekitar 10 persen dari sana ada pasien anak," ungkapnya.

Menurut dr. Nanis, diabetes melitus adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat peningkatan gula darah di atas angka normal. Untuk anak-anak sendiri paling banyak terkena diabetes melitus tipe 1. 

Diabetes melitus tipe 1 adalah kelainan sistemik yang terjadi akibat gangguan metabolisme glukosa yang ditandai dengan hiperglikemia kronik. Keadaan ini terjadi karena kerusakan sel penghasil insulin di pankreas yang bertugas menjaga keseimbangan gula darah dalam tubuh.

"Hormon yang penting untuk mengatur gula darah adalah hormon insulin. Jadi hormon insulin kalau digambarkan seperti kunci dan sel itu pintunya," tambahnya.

Lebih lanjut dr. Nanis memberitahu ciri-ciri anak yang terkena diabetes, seperti banyak minum, banyak buang air kecil, banyak makan tapi berat badannya turun, tidak naik. 

"Itu mungkin yang awal harus diperhatikan orangtua. Kalau orangtua harus rutin timbang berat badan anak, kalau diatas dua tahun setahun sekali minimal harus timbang berat badan ya itu harus rutin. Kalau gak rutin gak ketahuan," tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Friday, October 25, 2019

Ayah Bunda Jangan Lakukan Hal Ini Dalam Mendidik Anak

Sumber: Google

Setiap orang tua pastilah menyangi anaknya. Tidak ada oang tua yang mengingkan keburukan untuk buah hati. Namun bunda dan ayah terkadang sebagai orang tua dalam hal mendidik dan mengasuh kita melakukan beberapa kesalah yang dapat membuat pertubuhan maupun mental anak terganggu. 

Meskipun orang tua tidak akan pernah menginginkan sesuatu yang salah atau buruk untuk anak mereka, lebih baik untuk mengetahui bagaimana kasih sayangmu berubah jadi ‘racun’.

Untuk itu, ketahui tanda-tanda apa yang mengubah Kamu menjadi toxic parentseperti yang dilansir dari The Health Site Online.
Memberi Label pada Anak 

Lebih mudah untuk memberi label perilaku anak. Namun, jika Kamu menganalisis, itu bisa saja tentang beberapa pilihan buruk yang ia buat atau suasana hatinya yang buruk. Dan biasanya orang tua memberi label pada anaknya sebagai masalah, malas, tidak sensitif, atau menyusahkan. 

Ingat, ini justu menguncinya dalam identitas negatif, dan mungkin sulit baginya untuk membawa perubahan positif dalam hidup. Sebaliknya, Kamu bisa fokus pada perilakunya dan cara-cara untuk memperbaikinya.

Meluapkan Frustasi pada Anak

Kamu mungkin memiliki lingkungan kerja yang penuh tekanan atau telah mengambil proyek pekerjaan yang membosankan. Kamu mungkin memiliki masalah pribadi atau keluarga di samping kehidupan kerjamu. Namun, menghilangkan rasa frustrasi pada anak itu tidak benar. 

Mungkin tidak selalu dalam bentuk kemarahan. Misalnya, Kamu pulang ke rumah setelah hari yang panjang dan melihat anak berlarian di sekitar rumah menunggumu pulang. Dan Kamu menyuruhnya meninggalkanmu sendirian karena sedang ingin beristirahat. Ini mungkin mengecewakan anakmu dan bahkan membuatnya terpisah darimu secara bertahap.


Membandingkan Anak dengan Orang Lain

Ini terjadi pada begitu banyak anak, mereka sering dibandingkan dengan anak-anak lain. Orangtua merasa bahwa anak dapat memahami masalah dengan mudah jika mereka menjelaskan dengan memberikan contoh orang lain. 

Pada kenyataannya, perbandingan tidak berfungsi sebagai motivasi apapun. Para ahli percaya bahwa agar anak tersebut menunjukkan perilaku yang baik, orang tua membandingkannya dengan teman dan saudara kandungnya. Tapi perbandingan itu membunuh harga dirinya. 

Sebaliknya, orangtua harus fokus pada individualitas anak mereka dan hal-hal yang mereka kuasai.

Tidak Membiarkan Anak Menjadi Mandiri

Ini mungkin cara untuk melindungi anakmu, tetapi ini bisa menjadi racun baginya. Jika dia masih muda, melakukan segalanya untuk sang buah hati justu dapat membuatnya malas atau tergantung padamu. 

Jika dia sudah dewasa, Kamu mungkin membuatnya merasa tidak kompeten jika terus melakukan segalanya untuknya. Biarkan dia mengambil langkahnya sendiri dan mendukung di mana pun ia butuhkan. Melakukan segalanya untuk anakmu dapat mencegahnya mengembangkan keterampilan penting. Satu-satunya hal yang harus Kamu pastikan adalah bahwa mereka memiliki tugas sesuai usia yang harus dilakukan.

Tidak Memperhatikan Kata-kata yang Diucapkan pada Anak

Saat berbicara dengan seorang anak, penting untuk mengetahui dan menyadari kata-kata yang Kamu gunakan. Dengan menggunakan frasa seperti 'Kamu tidak pernah melakukan ini' atau 'Kamu selalu menunjukkan perilaku seperti itu' meninggalkan sedikit atau tidak ada ruang bagi anak untuk berubah atau meningkat. 

Dia merasa bahwa orangtuanya telah memutuskan anak seperti apa dia dan dengan demikian, tidak berusaha untuk berubah. Jangan menyamaratakan perilakunya, atasi sesuai dengan situasinya. 

Misalnya, Kamu dapat mengatakan, 'Kamu tampaknya marah ketika Kamu tidak menemukan barang-barangmu' atau 'Kamu harus meletakkan barang-barangmu di tempat seperti yang saya jelaskan terakhir kali,’ ketika dia melakukan kesalahan yang sama terakhir kali.


Sumber: Akurat.co


Sunday, October 6, 2019

Cara Mengarahkan Anak Dewasa Untuk Tidak Salah Pergaulan

Sumber: Google

Saat anak beranjak menjadi dewasa ia akan mencari jiti diri dengan berkomukasi cera luas dengan dengan dunia luar. 

Pada fase tersebut sebagai orang tua tentu saja akan measa cemas takut anak tmenjadi salah pergaulan dan tidak terkontrol.


Untuk itu lakukan hal tersebut bisa teratasi dengan baik, seperti dilansir AkuratParenting dari lama Indianexprees. 

Saling menghormati 

Setiap orang tua juga harus mengormati anak mereka. Sebab akan membuat anak akan lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. 

Jika tidak ada lagi komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, bisa menyebabkan kecanduan yang mendalam. 

Konseling 

Ketika orang tua tidak ada waktu lebih untuk anak, tentu akan membuatnya merasa tersendiri, dan dapat menyebabkan mereka kecanduan apapun. 

Pada kondisi ini, dibutuhkan konseling oleh tenaga ahli seperti psikolog, dan mereka akan memberikan bimbingan yang lembut, agar anak terhindar dari kecanduan yang bisa membahayakan diri anak. 
Hindari tekanan teman sebaya 

Tidak heran bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pikirkan anak remaja. Anak bisa saja ditekan untuk mengambil jalan yang salah oleh teman sebaya. 

Pada kondisi ini peran orang tua sangat penting untuk berbicara banyak kepada anak remaja. Agar bisa menghentikan kemauan yang tidak seharusnya ia lakukan. 


Sumber: Akurat.co

Friday, October 4, 2019

Cara Mengarahkan Cita-Cita Kepada Anak

Sumber: Google

Sebagai orang tua kita kerap menannya apa yang menjadi cita-cita anak, bahkan tidak sedikit orang tu yang mengarahkan anaknya untuk bercita-cita seperti yang diinginkan orangtuanya.

Vera Itabiliana, Psikolog Anak dan Remaja, mengatakan, memiliki cita-cita sedini mungkin tentu sangat penting untuk anak.

"Sebenarnya kalau ditanya 'Mau jadi apa', dari usia dua tahun atau tiga tahun, anak sudah bisa tahu," katanya kepada AkuratParenting, di acara Erlangga Talent Week 2019, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (2/10).

Cita-cita yang terbentuk sejak dini biasanya hadir karena melihat Profesi orangtua atau orang-orang dekat sekitarnya.

"Keinginan mau kayak bapaknya, atau saya mau kaya ibu, atau biasanya khayalan anak usia lima tahun. Mau nikah sama si A, itu sudah bentuk cita-cita, tapi belum cita-cita yang konkrit" ujarnya.

Untuk mendapatkan jawaban anak ingin memiliki cita-cita yang konkrit seperti mau jadi youtober, hingga Dokter, orangtua harus bisa memperlihatkan atau memaparkan sebanyak-banyaknya pilihan Profesi yang ada.

Pemberian informasi yang luas tentang berbagai jenis Profesi akan memudahkan dia menemukan cita-citanya.

Karena kadang, ada anak yang merasa tidak begitu bagus nilainya akademiknya, tapi orangtua hanya memberi pilihan Dokter, insiyur, dan Profesi lainnya yang membutuhkan kemampuan akademis yang tinggi.

Akhirnya, ia kebingungan akan jadi apa kelak dewasa.

"Kalau gak punya cita-cita, anak tidak bisa melihat, tidak mengenali dirinya sendiri. Karena gak bisa mengenali dirinya sendiri, susah juga mau punya tujuan hidup mau jadi apa, itu kan bahaya. Itu bisa terjadi mungkin selama ini anak diarahkan, dituntut begini, begitu, yang dia gak bisa," tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Monday, September 30, 2019

Cara Agar Anak Tidak Sering Main Gedget

Sumber: Google

Taukah bunda ada beberapa efek yang tidak bagus jika anak dibiarkan bermain gedget terus menusrus. Untuk itu bunda  Jangan Biarkan Anak Bermain Media Sosial Tanpa Dipantau! Ini Akibatnya

"Impact-nya ke orangtua karena anak terpapar akhirnya jadi komsumtif. Jadi anak ingin ini itu," kata Widuri, PLT Direktur Eksekutif ITC Watch Indonesia, saat dihubungi AkuratParenting, Senin, (30/9)

Bahkan dalam buku yang diterbitkan oleh Ahli Gizi, Juta Diwekar, berjudul 'Notes to Healthy Kids', banyak hal yang merugikan anak ketika sudah terpapar Gadget. Mereka bisa obesitas, mata memerah, hingga bahkan sampai memiliki harga diri yang rendah.

Untuk itu, peran orangtua sangat penting dalam hal penggunaan Gadget oleh anak. Berikut beberapa cara terbaik agar anak tak mengalami masalah tersebut dan impact yang akan diterima oleh orangtua. 

Tanpa Gadget 60 menit sebelum tidur

Hal ini untuk memastikan ia tidur lebih nyenyak. Beberapa hormon pertumbuhan akan berkerja saat anak tertidur. Karena jika ia kurang tidur, akan memunculkan masalah kesehatan baru.

Makan tanpa Gadget

Hal ini berguna untuk anak belajar memperhatikan makanan. Ini akan meningkatkan sensitivitas leptin dan mencegah episode makan berlebihan di masa mendatang, dan berperan menanamkan pentingnya waktu makan. 

Sumber: Akurat.co