Showing posts with label KPU. Show all posts
Showing posts with label KPU. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Massa Bersorban Kepung Kantor KPU

Sumber: Google

Kantor KPU Memtemg Jakarta Timur di Kepung oleh massa bersorban dan berbaju putih. Diketahui massa tersebut dari jalan  KH Wahid Hasyim dan Jalan Sabang menuju ke Jalan KH Agus Salim pada pukul 10.55 WIB.

Massa memakai berbagai atribut seperti sorban, gamis panjang berwarna putih, serta berselendang hijau. Selain itu, terlihat massa tersebut telah mengoleskan pasta gigi di pipi mereka.

Mereka melintasi jalan tersebut dengan tertib meskipun sempat membuat jalan menjadi macet.

Selain itu, terlihat beberapa petugas dari Dinas Perhubungan di lokasi yang sedang mengatur jalan sehingga kondisi lalu lintas di perempatan Jalan Sabang tersebut kembali lancar.

Ini merupakan aksi massa hari kedua setelah sebelumnya pada Selasa (21/5) terdapat aksi yang dilakukan di depan Gedung Bawaslu sejak pagi hingga malam hari untuk menuntut agar Bawaslu menindaklanjuti dugaan kecurangan pada Pemilu 2019. 


Sumber: Akurat.co

Wednesday, May 15, 2019

MUI Banten Himbau Untuk Tidak Ikut Aksi Massa 22 Mei 2019

Sumber: Google

MUI Kabupaten Lebak, Banten, menghmbau masyarakat sekitar agar tdak mengikuti aksi gerakan massa pada 22 Mei 2019 karena di anggap membuang waktu dan melanggar ketertiban umum.

"Kami minta warga lebih baik tinggal di rumah maupun bekerja dibandingkan mengikuti gerakan massa," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori saat dihubungi di Lebak, Rabu (15/5/2019).

Pada tanggl tersebut KPU Republik Indonesia secara resmi akan menetapkan hasil kemenangan pemilu 2019 untuk pasangan calon presiden dan wakilnya. Kemungkinan penetapan presiden dan wakilnya dipastikan menimbulkan gelombang gerakan massa.

Gerakan massa tersebut dikhawatirkan menimbulkan dampak buruk akibat ketidakpuasan calon presiden tertentu yang kalah. Mereka akan melakukan tuntutan diskualifikasi kemenangan hasil pemilu 2019, karena diduga adanya kecurangan tersetruktur, sistematis dan masif (TSM).

Karena itu, MUI Kabupaten Lebak mengajak masyarakat agar tidak mengikuti gerakan massa yang bisa menimbulkan kerugian diri sendiri.

"Kami minta masyarakat lebih banyak berdoa di rumah dan masjid, dibandingkan pergi ke Jakarta. Kita doakan penepatan presiden berjalan lancar tanpa kekerasan," tandasnya.

Sumber: Akurat.co

Saturday, May 4, 2019

Hasil Perhitungan KPU Terbaru

Sumber: Google


Hasil perhitungan suara Pilpres 2019 yang di unggah oleh KPU RI melalui sistem Informasi Perhitungan Suara pada sabtu 04, Mei 2019 pasangan calon Presiden nomor urut 01 unggul di banding pasangan calon 02.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 56,10 persen atau 55.929.995 suara sementara Prabowo-Sandi memperoleh 43,90 persen atau 43.765.786 suara.

Penghitungan suara yang dilakukan KPU telah mencakup 65,02 persen TPS, atau sebanyak 528.847 dari total 813.350 TPS yang ada di dalam dan luar negeri.

Dalam disclaimer Situng, KPU menyatakan bahwa data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yang disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS.

Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di salinan Formulir C1.

Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.




Sumber: Akurat.co

Thursday, May 2, 2019

KPU Terus Pantau Perkembangan Korban Petugas KPPS Yang Terus Bertambah

Sumber: Google

Terkait korban meninggal usai Pemilu 2019 petugas KPU masi terus memantau perkembangan petugas KPU yang meninggal dunia.

Arif Rahman Hakim Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengatakan, berdasarkan data terbaru per 2 Mei 2019 pukul 08.00 WIB pagi, tercatat sebanyak 382 petugas KPPS yang meninggal dunia, dengan wilayah Provinsi Jawa Barat yang paling banyak yaitu 100 orang petugas KPPS.

"Jumlah KPPS yang wafat sebanyak 382 orang. Kemudian jumlah KPPS yang sakit ada 2.232 orang," sebut Arif dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Dengan demikian, total dari seluruh jumlah KPPS yang sakit dan meninggal dunia menjadi 3911 orang. 

Berikut rincian data petugas KPPS pemilu 2019 yang meninggal dunia:

Jawa Barat 100 jiwa 
Jawa Tengah 62 jiwa
Jawa Timur 39 jiwa
Banten 21 jiwa 
Lampung 17 jiwa
Sumatera Utara 14 jiwa
D.I.Y Yogyakarta 11 jiwa 
DKI Jakarta 11 jiwa 
Kalimantan Barat 10 jiwa
Nusa Tenggara Timur 10 jiwa 
Riau 10 jiwa 
Sumatera Selatan 8 jiwa 
Aceh 7 jiwa
Bengkuli 7 jiwa
Sulawesi Utara 7 jiwa
Kalimantan Timur 6 jiwa 
Kalimantan Selatan 6 jiwa
Papua 6 jiwa 
Sulawesi Selatan 5 jiwa 
Jambi 5 jiwa
Nusa Tenggara Barat 4 jiwa 
Kalimantan Tengah 3 jiwa 
Kepulauan Riau 3 jiwa 
Sumatera Barat 2 jiwa 
Maluku 2 jiwa 
Bali 2 jiwa
Sulawesi Tengah 1 jiwa
Sulawesi Tenggara 1 jiwa 
Sulawesi Barat 1 jiwa
Kalimantan Utara 1 jiwa
Papua Barat 0 jiwa  
Maluku Utara 0 jiwa 
Kep. Bangka Belitung 0 jiwa 
Gorontalo 0 jiwa

Sebagaimana diketahui, pemerintah menyepakati santunan untuk KPPS yang meninggal sebesar Rp 36 juta. Kemudian, untuk petugas yang mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kecacatan permanen diberikan santunan Rp 30,8 juta.

Sementara, untuk petugas yang mengalami luka berat akan diberikan santunan Rp 16,5 juta dan, untuk petugas yang mengalami luka sedang akan mendapat santunan Rp 8,25 juta.

Sumber: Akurat.co

Hasil Perhitungan KPU Terbaru

Sumber: Google

Pada laporan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 hingga rabu pukul 05.30 WIB pasangan nomor urut 01 mas tetap memimpin.

Hal tersebut diketahui dari sistem informasi penghitungan suara komisi pemilihan umum (KPU) dengan hasil paslon 01 sebanyak 52.324.042 atau 56.07 persen sedangkan paslon 02 meraih sebanyak 52.324.042 atau 56.07 persen.

Meskipun demikian perolehan suara kedua pasangan calon tersebut akan terus mengalami perubahan karena belum seluruh data dihimpun dari 34 provinsi di Indonesia oleh KPU RI melalui situs resminya.

Hingga Kamis Pagi (1/5/2019) pukul 05.30 WIB, KPU RI baru menghimpun data 496.103 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS atau setara dengan 60, 99 persen.

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS di Tanah Air.

Sumber: Akurat.co

Monday, April 29, 2019

Jumlah Meninggalnya Panitia Pemilu Mengundang Perhatian Media Asing

Sumber: Google

Lebih dari 270 panitia Pemilihan Umum di Indonesia Meninggal dunia hal tersebut mencuri perhatian media asing, diantaranya BBC, Reuters, Aljazeera, ABC News Australia, dan Straits Times.

Dilansir dari BBC, sebagian besar petugas KPPS tewas karena kelelahan. Pasalnya, mereka harus rela bekerja berjam-jam untuk menghitung jutaan kertas suara dengan cara manual.

Menurut Arief Priyo Susanto, juru bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebanyak 1.878 petugas lainnya dalam kondisi sakit.

sekitar 7 juta orang memang ditugaskan membantu penghitungan dan pengawasan pesta demokrasi pada pemilu 17 April silam, . Namun, mereka diharuskan bekerja sampai tengah malam dalam kondisi yang panas. Itu sebabnya jatuh banyak korban.

Pemilu 2019 memang menjadi pertama kalinya negeri Ibu Pertiwi ini menggabungkan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif untuk menghemat dana. Sementara itu, ada sekitar 80 persen dari 193 juta pemilih yang memenuhi syarat menggunakan hak pilih mereka di 800 ribu tempat pemungutan suara (TPS).

Akibatnya, banyaknya jumlah pemilih itu membuat para petugas KPPS itu kelelahan hingga akhirnya jatuh sakit. Berbeda dengan seleksi pegawai negeri sipil, para petugas itu tidak menjalani pemeriksaan medis sebelum mulai ditugaskan.

Menurut keterangan juru bicara KPU, sebanyak 272 petugas meninggal karena menanggung beban kerja yang berlebihan. KPU berencana memberikan kompensasi kepada keluarga korban sebanyak Rp36 juta untuk setiap petugas KPPS yang meninggal.

Sementara itu, para kritikus menyalahkan pemerintah yang dengan tidak bijaksana telah menggabungkan pemilu sehingga para petugas harus menanggung beban yang tidak realistis.

Hingga saat ini, KPU masih melakukan penghitungan suara. Hasil penghitungan suara itu akan diumumkan pada tanggal 22 Mei mendatang.

Sumber: Akurat.co

Wednesday, April 24, 2019

Masyarakat Di Himbau Untuk Hormati Proses Penghitungan KPU

Sumber: Google

Pada Pilres 2019 Pileg samapi dengan pemilihan DPD KPU masi masih merampungkan penghitungan surat suara.

Seperti yang dikatakan oleh oleh A Bakir Ihsan Pengamat Politik UIN Jakarta beliau meminta kepada semua pihak untuk memercayai kinerja jajaran KPU dalam menyelesaikan penghitungan suara Pemilu 2019. Wakil Dekan FISIP UIN Jakarta ini juga mengingatkan semua pihak menghormati dan menerima hasil Pemilu 2019 yang akan ditetapkan KPU pada 22 Mei mendatang.

"Kita harus hormati proses yang sudah dan sedang berjalan. Percayakan lembaga penyelenggara pemilu bekerja menyelesaikan tugasnya dan menetapkan hasil pemilu," kata Bakir melalui keterangan tertulis, Rabu (24/4/2019).

Bakir meminta semua pihak tidak melakukan tindakan yang malah mengacaukan kinerja KPU. Jika ditemukan kecurangan, peserta pemilu baik Capres-Cawapres, Caleg dan Calon DPD bisa menempuh jalur hukum yang tersedia. Baik melalui Bawaslu, DKPP dan Mahmakah Konstitusi.

Selain itu, Bakir juga meminta semua pihak legowo dengan hasil yang ditetapkan KPU. Dan jika ada yang berupaya menolak hasil pemilu dengan cara-cara yang inkonstitusional, menurut dia, sama saja mendelegitimasi lembaga dan hasil kerja penyelenggara pemilu.

Sekarang ini, kata Bakir, tidak perlu lagi meributkan hasil quic count lembaga survei. Semua pihak harus bersabar menunggu hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU. Khususnya untuk pendukung capres 01 maupun 02 tak perlu lagi saling klaim kemenangan.

Bakir juga meminta semua harus kembali bersatu membangun Indonesia ke depan.

"Hilangkan sekat-sekat perbedaan politik, kita percayakan kepada KPU untuk menuntaskan kerjanya. Dan jika ada upaya inskonstitusional atas kerja KPU sama saja mengkhianati aturan main yang telah disepakati bersama sebagai sebuah bangsa," kata Bakir.

KPU melalu Sistem Penghitungan Suara (SITUNG) terus mengupdate hasil penghitungan surat hasil Pemilu 2019. Saat ini, Berdasarkan data penghitungan suara real count KPU RI pada Rabu (24/9/2019) pagi, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh suara 23.259.850 atau 55,42 persen. Sementara itu pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 18.662.403 suara atau 44,58 persen. Jumlah suara yang masuk dalam sistem Situng KPU RI adalah 41.922.253. 

Sumber: Akurat.co

Tuesday, April 23, 2019

Petugas Penyelenggara Pilpres Meninggal? Kabar Yang Menganggetkan

Sumber: Google

Sabtu 20/04/2019 pada pukul 23.40 WIB Ruswandi  64 tahun Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Tempat Pemungutan Suara 70, Kampung Cengklik, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah meninggal dunia.

“Petugas yang tewas memang merupakan petugas keamanan KPPS di TPS 70. Infonya baru saja saya terima dan dugaannya karena kecapekan. Karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda korban menderita sakit,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Solo Nurul Sutarti, Selasa (23/4/2019).

Jenazah Pamuji sudah dimakamkan pada Minggu (21/4/2019) di Tempat Pemakaman Umum Kragilan.

“Kalau sakit seperti meriang, masuk angin, iya. Bahkan petugas KPU pun banyak yang flu dan masuk angin. Tapi yang sampai parah belum ada. Makanya kami kaget waktu dapat kabar ini. Kami dari KPU Solo turut belasungkawa atas gugurnya petugas KPPS yang telah bekerja dengan baik. Dan kami berharap tidak akan ada korban lagi, kami berharap semua petugas yang terlibat pemilu ini selalu sehat," kata dia.

Sebelumnya, Komisioner Divisi Sengketa Bawaslu Surakarta Arif Nuryanto banyak mendapat laporan mengenai petugas yang sakit usai bertugas.

“Rata-rata ya flu, batuk pilek, meriang. Karena kerjanya kan bergadang. Ada yang periksa ke dokter tapi hanya rawat jalan, belum ada laporan yang rawat inap. Dan khusus untuk petugas di bawah jajaran Bawaslu, kami pun mengimbau agar kerja bergantian. Khususnya yang mengawasi rekapitulasi di PPK yang masih berjalan. Misalnya, kalau Panwascamnya sudah capek, ya gantian dengan PPL kelurahan setempat. Intinya pengawasan tetap jalan namun kondisi tubuh juga harus dijaga,” kata dia.

Sumber: Akurat.co

Ini Penyebab 26 Pantia Pilpres Meninggal Dunia

Sumber: Google

Diketahui pada Pilpres 2019 ada 26 orang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang meninggal dunia saat melakukan proses pengawasan Pemilu Serentak 2019 disebut karena mengalami kelelahan.

"Sementara meninggal terkonfirmasi 26, yang banyak kayaknya kelelahan, mungkin karena capek yang luar biasa," ungkap Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, di kantornya di Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).


Afif menjelaskan bahwa seluruh pihak, termasuk KPU dan Bawaslu, pasti sangat berduka dan merasakan kesedihan yang mendalam atas banyaknya petugas yang meninggal dunia. Selain itu, menurut Afif, pihaknya juga sangat mengapresiasi dedikasi yang diberikan oleh para petugas di lapangan.

Di samping itu, Afif mengakui, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 ini memang lebih berat dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu. Dengan demikian, Afif mengatakan, tragedi tersebut akan menjadi fokus perbaikan ke depan.

"Kalau kita lihat yang mereka dapatkan tidak seberapa dibandingkan pengorbanan dan juga waktu yang dia berikan untuk mengawal pemilu ini yang saya kira ini menjadi perhatian kita semua untuk memperhatikan kesejahteraan termasuk keselamatan dari proses demokrasi yang luar biasa mengharu biru ini," katanya.

Afifi menyampaikan bahwa secara kelembagaan memang belum ada jaminan asuransi bagi Panwaslu. Akan tetapi, menurut Afif, di beberapa daerah, petugas Panwaslu sudah ada yang didaftarkan ke BPJS Kesehatan.

"Kalau di kita, secara kelembagaan dulu kan mau diasuransikan, tapi kelihatannya belum semuanya disetujui. Tapi ada beberapa provinsi yang sudah, kayak Jakarta itu bisa dicek BPJS sudah ter-cover," ujarnya.

Kendati demikian, Afif menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan santunan kepada panitia yang meninggal dunia saat bertugas.

"Kalau dari sisi kelembagaan kami sudah menyiapkan dan Pak Sekjen sudah menyatakan alokasinya yang sifatnya santunan dan lain-lain kepada jajaran kita," ungkapnya.


Sumber: Akurat.co

Ini Hasil Perhitungan Real Count Sementara

Sumber: Google

Berdasarkan hasil perhitungan suara real count" KPU RI pada Selasa (23/4/2019) siang. Pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin berhasil unggul sementara dari pasangan Prabowo-Sandi.

Melalui situs Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) mencatat Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebanyak 16.843.344 atau setara dengan 55,11 persen dari suara yang masuk sampai pukul 12.14 WIB, KPU RI melalui situs

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno baru memperoleh 13.719.288 suara atau setara dengan 44,89 persen. Keduanya selisih sekitar 3 juta suara

Perolehan suara kedua pasangan calon tersebut akan terus mengalami perubahan karena belum seluruh data dihimpun dari 34 provinsi di Indonesia oleh KPU RI melalui situs KPU RI.

Jika dibandingkan dengan data satu hari sebelumnya melalui situs yang sama, perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengalami kenaikan sekitar satu juta suara.

Hingga Pukul 12.14 WIB, KPU RI baru mencatat 161.481 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS atau setara dengan 19,44 persen.

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS di Tanah Air. Namun KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.

Pada penyelenggaran Pilpres 2014 KPU RI menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak dengan perolehan 70.997.85 suara atau 53,15 persen.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh suara sebanyak 62.576.444 atau setara dengan 46,85 persen.

Sumber: Akurat.co