Showing posts with label Ma'ruf Amin. Show all posts
Showing posts with label Ma'ruf Amin. Show all posts

Tuesday, April 23, 2019

Jokowi Dan Prabowo Harus Bertemu Demi Suasana Yang Kondusif

Sumber: Google

Ace Hasan Syadzily juru bicara Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan  bahwa rencana pertemuan Prabowo dan Jokowi adalah salah satu upaya untuk kembali menjalin silahtuhrami elit bangsa.

Menurut Ace komukasi antar pemimpin sangatlah penting agar menghindari ketegangan para pendukung.

"Komunikasi dan silaturahmi itu penting. Namun kan perlu ada kesepahaman terlebih dahulu. Ini penting agar suasana lebih cair dan lebih kekeluargaan," kata Ace kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Ace juga mengatakan bahwa para elit bangsa punya andil dalam upaya menciptakan suasana yang kondusif, aman dan damai.

"Yang terpenting kan sebetulnya adalah kita semua berkewajiban untuk menciptakan suasana yang kondusif, adem, dan tenang pasca-pemilihan 17 April 2019. Masyarakat jangan diprovokasi dengan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan ketegangan," kata Ace.

Ace juga mengatakan bahwa Prabowo sosok yang mempunyai hati besar yang mau berkomunikasi dengan Jokowi ,dengan komitmen untuk menjaga stabilitas politik, suasana yang kondusif,aman dan damai.

"Pada saatnya pasti akan ada pertemuan langsung antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo pada saat yang tepat," tandasnya

Sumber: Akurat.co

PKB Setuju 2024 Pilpres Dan Pileg Akan Di Pisah

Sumber: Google

Abdul Kadir Karding Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), setuju akan rencana pemilu legislatif akan di pisah dengan pemilu Presiden pada 2024.

"Saya melihat penggabungan pemilu legislatif dan pemilu presiden pada pemilu 2019, ada dampak buruknya," kata Abdul Kadir Karding, ketika dihubungi melalui telepon selulernya di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Hal tersebut d jelaskan oleh Abdul Kadir Karding  saat mendapat pertanyaan bagaimana  tanggapannya perihal adanya sejumlah petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPSP) yang sakit dan meninggal dunia. Berdasarkan data KPU, ada sebanyak 90 petugas KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan, serta 374 petugas KPPS yang sakit.

Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKNJoko Widodo-Ma'ruf Amin, dirinya melihat problem pada penggabungan pemilu legislatif dan pemilu presiden, memiliki dampak teknis dan dampak substansi.

Soal adanya petugas KPPS dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) yang menjadi sakit dan bahkan meninggal dunia, karena lamanya waktu bekerja, yakni menyiapkan TPS, menjaga TPS pada saat pemberian hak suara, hingga penghitungan suara, membutuhkan waktu sangat lama, sehingga kelelahan.

Persoalannya, kata dia, karena terlalu banyaknya pilihan yang disodorkan kepada pemilih dalam waktu yang sama, sehingga diperlukan waktu yang lama untuk menghitung perolehan suara. "Kalau jumlah TPS sebenarnya sudah banyak, dan sudah diputuskan bahwa setiap TPS maksimal 300 DPT (daftar pemilih tetap)," katanya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) ini menambahkan, problem yang lebih substansial adalah penggabungan pemilu legislatif dan pemilu presiden, menjadi kurang fokus.

Dia mencontohkan, seorang caleg, kalau fokus mengkampanyekan dirinya, menjadi kurang mengkampanyekan partai dan capres-cawapres, demikian juga sebaliknya.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewacanakan agar pemilu 2024 dipisah antara Pileg dan Pilpres.

Sumber: Akurat.co

Ini Hasil Perhitungan Real Count Sementara

Sumber: Google

Berdasarkan hasil perhitungan suara real count" KPU RI pada Selasa (23/4/2019) siang. Pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin berhasil unggul sementara dari pasangan Prabowo-Sandi.

Melalui situs Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) mencatat Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebanyak 16.843.344 atau setara dengan 55,11 persen dari suara yang masuk sampai pukul 12.14 WIB, KPU RI melalui situs

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno baru memperoleh 13.719.288 suara atau setara dengan 44,89 persen. Keduanya selisih sekitar 3 juta suara

Perolehan suara kedua pasangan calon tersebut akan terus mengalami perubahan karena belum seluruh data dihimpun dari 34 provinsi di Indonesia oleh KPU RI melalui situs KPU RI.

Jika dibandingkan dengan data satu hari sebelumnya melalui situs yang sama, perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengalami kenaikan sekitar satu juta suara.

Hingga Pukul 12.14 WIB, KPU RI baru mencatat 161.481 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS atau setara dengan 19,44 persen.

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS di Tanah Air. Namun KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.

Pada penyelenggaran Pilpres 2014 KPU RI menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak dengan perolehan 70.997.85 suara atau 53,15 persen.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh suara sebanyak 62.576.444 atau setara dengan 46,85 persen.

Sumber: Akurat.co

Thursday, April 18, 2019

Jokowi Undang KIK Untuk Memantau hasil Pilpres 2019

Sumber: Google

Ketua Umum dan Sekjen Partai Politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di undang oleh Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin  di Resto Pelataran Menteng Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO, Jokowi tiba di Pelataran pada pukul 16.04 yang didampingi oleh anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Pramono Anung dengan mengenakan kemeja putih.

Diketahui pertuman tersebut bertujuan untuk memantau hasil Pilpres 2019.Hal tersebut di jelaskan oleh sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto.


"Kami diundang oleh Presiden Jokowi, dimana para Ketua Umum dan Sekjen pada sore hari ini mengadakan pertemuan. Untuk melakukan monitoring, pemantauan terhadap seluruh proses rekapitulasi dan alhamdulillah selama ini dari seluruh proses Pemilu yang kita jalankan maka quick count dan exit poll oleh lembaga lembaga yang kredibel," ungkap Hasto ditemui di lokasi.

Hasto mengatakan selain memantau hasil Pilpres, Jokowi akan memberikan arahan kepada ketua dan sekjen KIK untuk mengawal proses penghitungan suara oleh KPU.

"Bapak Presiden kita terus melakukan pemantauan karena KPU lah yang punya kewenangan. Pada akhirnya untuk menentukan siapa pemenang dari pemilu presiden dan pemilu legislatif melalui proses penghitungan suara yang dilaksanakan secara berjenjang," tandasnya.

Hadir dalam pertemuan ini calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Plt Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Asul Sani, Sekjen PKB Hanif Dhakiri, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus dan sejumlah elit politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sumber: Akurat.co