Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Monday, February 10, 2020

Penelitian Mengatakan Profersi Berikut Rentan Terhadap Sakit Jantung

Sumber: Google


Pada masa tua mendatang memiliki kesehatan jantung tentu saja hal yang diinginkan oleh semua orang. Baru-baru ini dalam sebuah studi yang melibatkan lebih dari 65 ribu perempuan pascamenopause memiliki kesehatan jantung yang buruk dan rata-rata memiliki profersi berikut.

Dilansir AkuratHealth dari Fox News, peserta yang telah disesuaikan secara khusus mulai dari usia, status pernikahan dan pendidikan ini ditemukan oleh peneliti bahwa pekerja sosial perempuan 36 persen lebih mungkin memiliki masalah jantung dan 33 persen kasir perempuan lebih mungkin mengalami hal yang sama.

Selain itu, untuk penyedia layanan kesehatan psikiatrik perempuan, perawat dan perawat homecare masing-masing memiliki kemungkinan hingga 16 persen, menurut laporan yang dirilis oleh American Heart Association.

"Beberapa profesi yang (berisiko) tinggi terhadap kesehatan kardiovaskular buruk adalah penyedia layanan kesehatan, seperti perawat dan perawat homecare," kata penulis studi, Bede Nriagu, MBBS, MPH, seorang peneliti di bidang epidemiologi dan biostatistik di Dornsife School of Public Health, Drexel University.

Tak kalah mengejutkan, Bede juga mengatakan hasilnya mengejutkan, karena perempuan-perempuan ini justru cenderung lebih mengetahui tentang faktor risiko kesehatan kardiovaskular.

Bede juga mencatat, artinya dokter harus menanyakan tentang pekerjaan pasien mereka untuk membantu menemukan apakah pasien berada pada risiko masalah yang berhubugan dengan kardiovaskular.

"Kami menafsirkan, berarti penting untuk melihat di luar faktor individu, seperti pengetahuan kesehatan, untuk lebih memahami konteks perawatan kesehatan dan pekerjaan lain yang berdampak negatif terhadap kesehatan kardiovaskular pada wanita," tutup Bede.



Sumber: Akurat.co

Thursday, November 28, 2019

Wanita Haid Tidak Disarankan Minum Kopi Ini Bahayanya

Sumber: Google

Wanita yang mengalami menstruasi kerap kali akan mengalami keram pada bagian perut atau sakit area perut hingga punggung  Semua penyakit ini timbul karena adanya perubahan hormon pada tubuh. Pada saat merasakan sakit pada perut saat menstruasi juga bisa dipicu oleh faktor minuman atau makanan yang dikonsumsi. 

Salah satunya adalah mengkonsumsi kopi, ketika menstruasi disarankan untuk tidak mengonsumi minuman tersebut karena kandungan kafeinnya tidak baik selama menstruasi. Karena, kafein juga dapat berfungsi sebagai pencahar yang dapat meningkatkan kontraksi pada otot usus kecil dan besar, menyebabkan makanan yang telah dicerna untuk pindah ke usus, memicu lambung, alhasil dapat menimbulkan kram.

Dilansir dari Boldsky, Kamis, (28/11), sebuah penelitian menyatakan ternyata kandungan kafein dalam secangkir kopi dapat merangsang neurotransmitter GABA (gamma-aminobutyric acid) yang mengatur rasa kecemasan. Jadi, jika minum kopi GABA akan tersumbat dan tingkat kecemasan pun menjadi tinggi dan ini akan memperburuk kram di perut Kamu.

Kopi juga dapat meningkatkan hormon stres ketika menstruasi, bahkan juga berpotensi menekan fungsi tiroid, karena meningkatkan kadar kortisol yang dapat menyebabkan penurunan pada hormon tiroid. Selain itu, kandungan kafein dalam kopi yang panas dapat membatasi pembuluh darah yang masuk sehingga dapat meningkatkan kecemasan dan juga meningkatkan kortisol, yang semakin memperburuk gejala sakit di perut ketika menstruasi.

Maka, disarankan selama menstruasi lebih baik mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat agar mengurangi rasa kram dan sakit perut. Misalnya, makan apel, minumlah segelas air dingin pada pagi hari, kemudian suplemen vitamin B, atau juga bisa membuat smoothie sehat di rumah.



Sumber: Akurat.co

Tuesday, November 26, 2019

Ini Penyebab Sakit Pinggang Pada Saat Menstruasi

Sumber: Google

Wanita yang sedang mengalami menstruasi cenderung merasakan sakit pada bagian pinggang samapi perut. Hal tersebut bukanlah hal yang aneh. Dijelaskan oleh Dr. dr. Edihan Mardjuki, SpOG, nyeri saat menstruasi secara medis disebut dismenorhea. Rasa nyeri saat menstruasi terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

"Nyeri primer biasanya terjadi saat ingin menstruasi, dan saat menstruasi awal. Keram sedikit, tapi masih bisa aktifitas," katanya kepada AkuratHealth secara eksklusif di Rumah Sakit Atma Jaya, Jakarta Utara, Selasa, (26/11).

sedangkan nyeri skunder terjadi karena tumor hingga infeksi. Nyeri menstruasi yang normal terjadi karena kontraksi di dalam rahim atau kandungan.

Kontraksi otot rahim ini dipicu oleh hormon prostaglandin yang kadarnya akan meningkat tepat sebelum menstruasi dimulai.

"Kalau sekunder nyeri karena ada penyebab lain seperti kista coklat, tumor, dan adenomiosis yang paling sering sakit saat menstruasi, sakit sekali. Miom juga bisa nunjukin gejala sakit," jelasnya.

Perbedaan antara nyeri sekunder dan primer bisa dicurigai salah satunya dengan memperhatikan toleransi rasa nyeri yang masih bisa ditoleransi hingga rasa nyeri yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Bagi Kamu yang tak tahan dengan rasa nyeri saat menstruari, dokter Edihan mengaku biasanya akan memberikan obat anti nyeri kepada pasiennya.

"Ada yang di jual bebas obatnya, kalau obatnya yang dijual jelas, tidak masalah beli sendiri, sejauh Kamu tidak punya sakit maag. Karena ada jenis obat yang bisa mengiritasi lambung," ujarnya.

Berbicara efek samping, Kamu juga tidak perlu khawatir bila setiap bulan harus minum obat. Karena walaupun dikonsumsi rutin setiap bulan, obat hanya di konsumsi beberapa hari saja dalam satu bulan.

Untuk masalah nyeri sekunder saat menstruasi, dokter Edihan mengatakan harus dihilangkan terlebih dahulu penyebab nyerinya, apakah kista atau penyebab lainnya.



Sumber: Akurat.co

Wednesday, October 16, 2019

Penyebab Utama Anda Mengalami Jerawat

Sumber: Google

Jerawat tentu saja sangat menggangu, kadang dia muncul terus dan meninggakan bekas yang sangat mengangu. Tapi taukah kaian apa pemicu jerawat yang paling utama?

Dilansir AkuratHealth dari Healthday, pernyataan tersebut dibuktikan oleh salah satu penelitian yang mempelajari hubungan Jerawat dari 6.700 orang dari enam negara di Eropa dan Amerika. 

Analisis menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang berjerawat ternyata mengonsumsi produk Susu setiap hari, daripada mereka yang tidak berjerawat. Hal yang sama juga terlihat pada konsumsi soda, jus atau sirup. Mereka yang berjerawat lebih sering mengonsumsinya.

Sementara untuk cokelat dan roti, perbandingannya 37 persen dan 27,8 persen. Studi ini juga menemukan bahwa 11 persen penderita Jerawat mengonsumsi Protein whey. Dan, 11,9 persen penderita Jerawat juga banyak menggunakan steroid anabolik versus.

Paparan terhadap polusi dan stres juga lebih umum di antara orang-orang dengan Jerawat, dan mereka juga lebih cenderung menggunakan praktik perawatan kulit yang keras. Temuan ini mencerminkan hubungan dengan Jerawat, tetapi bukan hubungan sebab akibat.

"Keparahan dan responsnya terhadap pengobatan mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal, yang kami sebut sebagai paparan," kata penulis utama Dr. Brigitte Dreno, yang juga kepala dermatologi di Rumah Sakit Universitas Nantes di Perancis.

"Untuk pertama kalinya, penelitian ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi faktor-faktor paparan paling terkait dengan Jerawat," tutup Brigitte.


Sumber: Akurat.co

Monday, October 14, 2019

Stres Dapat Menunda Kehamilan

Sumber: Google

Stres berlebihan dapat berakibat buruk pada seorang waita. Pasalnya jika seorang wanita mengalami tekanan batin atau stres berlebih dapat mengakibatkan ovulasi lebih jarang, sehingga lebih sulit untuk merencanakan pembuahan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres juga dapat memengaruhi kadar testosteron dan produksi sperma pada pria.

Penelitian yang dilakukan tim dari Universitas California San Diego menunjukkan, wanita yang sedang stres dan menjalani program bayi tabung (IVF) memiliki angka keberhasilan yang rendah.

Di lain hal, susah hamil merupakan penyebab stres, kecemasan, bahkan depresi. Studi di Jepang menunjukkan, sekitar 40 persen wanita yang punya masalah kesuburan ternyata mengalami gangguan kecemasan atau depresi sebelum mereka menjalani program kehamilan.

“Terutama jika kita bisa mengelola stres pekerjaan itu sehingga tidak merasa cemas terus-menerus atau mengalami gejala stres berat seperti susah tidur, makan banyak atau tidak nafsu makan, serta kehilangan minat menjalankan kegiatan sehari-hari,” kata dokter ahli fertilitas, Alice Domar dari Boston IVF.

Stres memang tidak bisa dihindari kedatangannya, tetapi tentu bisa dikelola dengan baik agar tidak berkelanjutan. 



Sumber: Akurat.co

Sunday, October 6, 2019

Ingat Bahaya Gunakan Makeup Saat Tidur

Sumber: Google

Makeup menjadi kunci kecantikan yang wajib bagi seorang wanita. Akan tetapi tidak sedikit wanita yang malas membersihkan makeup setelah seharian menggunakan makeup. 


Padahal, jika hal itu terus-terusan untuk dilakukan, maka sesuatu yang membahayakan kulit wajah akan muncul tanpa disadari. Dokter kulit dari Gloskin Aesthetic Clinic, dr. Nanang Masrani Dipl. AAAM memberikan pandangannya secara klinis terkait masalah yang timbul jika make up tidak dibersihkan hingga terus menempel di wajah saat tidur.

"Perlu diketahui untuk perempuan yang malas membersihkan make up, bahkan sampai tidur dengan make up yang masih menempel, itu akan menyebabkan penuaan dini lebih cepat terjadi tujuh kali lipat," ungkapnya ketika ditemui di Gloskin Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Secara detail dr. Nanang menjabarkan bahaya tidur dengan make up yang masih menempel. Kandungan bahan pada kosmetik akan menghadirkan masalah pada kulit wajah jika dibiarkan terus-terusan menempel.

"Jadi make up itu ada bahan-bahan dekoratif yang sifatnya untuk menyamarkan kekurangan kulit seperti noda hitam, bekas jerawat dan scars. Menggunakan make up terlalu lama sampai saat tidur tidak dibersihkan, itu akan menutup pori-pori, menghambat oksigenasi," tambahnya.

Peneliti Ungkap Bahan Kimia Dalam Kosmetik Bahayakan Hormon Reproduksi Wanita

Selain itu sel-sel kulit akan lebih cepat mengalami kerusakan jika make up tetap menempel saat tidur. Hal inilah yang menyebabkan penuaan dini bisa terjadi lebih besar tujuh kali lipat.

"Bukan penuaan dini saja, masalah kulit lainnya juga akan timbul diwajah seperti komedo, jerawat, infeksi mata, kulit kering itu bisa timbul lebih cepat," tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Monday, September 30, 2019

Hindari Kalimat Berikut Saat Bicara Dengan Wanita Hamil

Sumber: Google

Wanita hamil memang memiliki hati yang sensitif. Suasana hati yang selalu berubah ubah. Untuk itu saat wanita hamil hindari kalimat berikut jika tidak ingin dimusuhi atau dimarahi:

“Akankah Anda Menyusui?”

Ini pertanyaan yang menyedihkan. Pertama-tama, bukan urusan Anda untuk menanyakan pertanyaan ini. Biarkan ibu dan dokter memutuskan apa yang harus dia lakukan. Menyusui adalah media awal melayani anak Anda dengan susu dan nutrisi, karenanya sangat ideal untuk hampir semua wanita hamil. Namun Anda tidak mengerti bila ada hal-hal yang menghambat, sehingga pertanyaan ini menyakitkan.

“Akankah Kembali Bekerja?”

Ambisi dan kehidupan pribadinya telah berbeda. Dia mungkin berkeinginan, tetapi juga dia harus memberikan perhatian yang ekstrim kepada anaknya dengan mengambil cuti dari pekerjaan atau sebaliknya. Jangan menambah frustrasinya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

“Apakah Anda Melakukan Pekerjaan Rumah?”

Anda tidak mengetahui kondisi fisiknya, maka tidak boleh membuat komentar tentang apa yang dia lakukan dan apa yang tidak. Wanita setelah melahirkan itu harus melakukan kegiatan sesuai petunjuk dokter. Jadi, jangan terlalu mencampurinya.


Sumber: Akurat.co

Monday, July 1, 2019

Wanita Wajib Tau Efek Buruk Dari Penggunaan Celana Ketat

Sumber: Google

Wanita wajib menjaga kesehatan organ intimnya, terutama bagian vagina. vagina adalah alat yang paling vital untuk seorang wanita. Oleh karena itu area ini wajib dij jaga agar tidak terkenal bakteri. 

Perawatan rutin saja belum cukup menjaga vagina, menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Jakarta, dr. Ardiansjah Dara SpOG, Organ Intim tetap saja berpeluang terpapar kuman atau bakteri jika kondisinya lembab.

"Ya, Vagina makin basah atau lembab itu semakin mudah terpapar kuman dan bakteri. Biasanya kuman hadir dari Anus," katanya kepada AkuratHealth, baru-baru ini di Jakarta.

Hal tersebut bsa di hindari dengan cara tidak menggunakan cela ketat atau breathable, agar Vagina tidak pengap.

Biasanya jenis kuman anaerob hidup di Organ Intim, dimana dapat tumbuh jika tidak ada sirkulasi udara yang baik. Jika ada udara, kuman tersebut akan mati. Maka tentu, pemakaian celana dalam yang tidak ganti-ganti juga bisa menyebabkan tumbuhnya kuman.

"Kalau yang memakai Celana Ketat itu mending pilih yang lain, karena bisa menyebabkan tumbuhnya kuman. Pakai yang longgar biar ada udara yang masuk," lanjutnya.

Jadi, bagi kamu yang masih memakai Celana Ketat untuk bekerja, kuliah atau melakukan aktivitas lain, mulai sekarang rubahlah kebiasaan tersebut agar terhindar dari kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan bau yang tidak sedap.


Sumber: Akurat.co

Sunday, June 9, 2019

Wanita Prokok Lebih Memiliki Banyak Resiko

Sumber: Google

Kita pasti sudsh tahu jika Rokok dapat menyebabkan beragai penyakit. Tidak hanya itu risiko dari asap tembakau tidak terbatas pada perokok saja tetapi juga mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, yang disebut perokok pasif.

Tapi sayangnya sadar akan dampak buruk pada rokok namun tidak sedikit manusia yang mengkonsumsi rokok bahkan banyak wanita di dunia ini adalah perokok. Padalah wanita perokok memiliki dampak buruk yang banyak.

Merokok adalah penyebab utama Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Penyakit ini membuatnya sulit bernapas, dan semakin memburuk seiring waktu. Tidak ada obat untuk PPOK. Wanita lebih mungkin untuk mengalami PPOK parah di usia yang lebih muda. Tak hanya itu saja, setiap tahun, lebih banyak wanita meninggal karena PPOK daripada pria.Dampak buruk yang lebih sering terjadi pada wanita peroko diantaranya: 

1.Masalah Reproduksi

Wanita yang merokok lebih rentan menderita masalah reproduksi daripada wanita yang tidak. Mereka memiliki periode yang lebih tidak teratur atau menyakitkan. Selain itu, mereka memiliki kadar estrogen yang rendah, yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, dan kekeringan pada vagina. Kemudian peningkatan risiko menopause dini. Ini hampir tiga kali lebih banyak daripada bukan perokok, dan dapat terjadi dua hingga tiga tahun sebelumnya. Mereka juga memiliki gejala yang lebih buruk.

2.Masalah Jantung

Orang yang merokok memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat, yang merupakan penyebab kematian nomor satu bagi wanita dan pria. Perokok wanita yang berusia di atas 35 tahun memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Dibandingkan dengan pria yang merokok, wanita perokok memiliki risiko lebih besar meninggal akibat aneurisma aorta perut, yang merupakan pelemahan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke tubuh.

3.Kanker

Orang yang merokok memiliki peningkatan risiko kanker, seperti kanker paru-paru, pankreas, ginjal, hati, tenggorokan, kandung kemih, dan kolorektal. Kanker tertentu lebih sering terjadi pada wanita. Lebih banyak wanita meninggal karena kanker paru-paru daripada kanker lainnya, termasuk kanker payudara. Merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker serviks. Pasien kanker serviks yang berhenti merokok atau yang mengurangi, setidaknya 75 persen, mungkin memiliki peluang lebih besar untuk remisi dan bertahan hidup dibandingkan pasien yang terus merokok.


Sumber: Akurat.co