Thursday, May 2, 2019

Ini Tanggapan Andre Taulany Di Bilang Hina Ulama

Sumber: Google

Nama Andre Taulany kembali ramai di perbincangkan, hal tersebut di karenakan pada sebuah acar di TV Andre Taulany mempelesetkan sebuah kalimta yaitu merek sepatu adidas menjadi Adisomad.

Karena pelesetan tersebut andre mendaoat banyak kecaman Andre juga di nilai telah menghina ulama yaitu Ustad Adi Hidayat dan Ustad Abdul Somad. Menegnai hal tersebut Andre memberikan sebuah tanggapan di mana Andre mengaku apa yang terjadi tidak memiliki unsur kesengajaan atau niat untuk menghina ulama. 

"Kalau saya jelaskan satu-satu capek. Orang yang nyinyir, dengki, pasti banyak. Orang yang gak bisa berpikirir secara positif juga banyak. Ya udah saya serahkan Saja sama Allah," kata Andre Taulany melalui sambungan telepon, Kamis (2/5).

Lebih lanjut, secara tegas Andre Taulany mengatakan bahwa apa yang ia katakan di acara Ini Talk Show dan kemudian viral serta dianggap menghina ulama adalah sebuah kekeliruan.

"Saya udah bilang demi Allah, saya bisa mempertanggung jawabkan perkataan saya itu. Mana mungkinlah saya ada unsur menghina ulama atau Ustaz, gak ada," tandasnya

Sumber: Akurat.co

4 Tips Menjalankan Ibadah Puasa Dengan Tubuh Yang Sehat

Sumber: Google

Dalam beberapa hari kedepan kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan. Pada hari tersebut seluruh umat muslim di dunia akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. 

Tidak sedikit orang yang akan merasakan lemas, tidak bersemangat pada saat sedang menjalankan ibadah puasa, hal tersebut di karenakan kurangnya cairan pada tubuh. Jika tidak ingin merasakan hal-hal demikian, maka kamu perlu tahu beberapa tips sehat saat berpuasa agar kondisi tubuh tetap fit dan bugar.

Menurut dokter spesialis ahli gizi, dr. Jovita Amelia, ada lima hal penting yang harus diaplikasikan ketika menjalani ibadah puasa. Berikut lima tips dari dr. Jovita yang disampaikan ke A?uratHealth dalam acara Halodoc 'Tepis Mitos Puasa' di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

1. Makanan dengan karbohidrat kompleks dapat melepaskan energi secara perlahan selama puasa. Komponen makanan yang seimbang juga dapat mengoptimalkan kondisi tubuh yang terdiri dari; 50%-60% karbohidrat, 15%-20% protein dan 20%-25% lemak. 

2. Cukupi kebutuhan cairan dan zat besi saat sahur dapat membantu distribusi oksigen tetap terjaga selama berpuasa. Hal itu membuat tubuh akan terasa lebih bugar, tidak mudah lemas dan mudah mengantuk. 

3. Untuk mengurangi rasa haus, hindari gorengan dan hidangan yang mengandung banyak garam. Selain itu, makanan yang digoreng akan memperlambat pengosongan lambung sehingga memicu naiknya asam lambung. Jangan lupa untuk penuhi kebutuhan cairan 2 liter per harinya.

4. Biasakan untuk berolahraga selama puasa. Latihan ringan sebelum atau sesudah berbuka puasa dengan durasi pendek dan intensitas lebih rendah akan membantu kebugaran tubuh selama Ramadan.


Sumber: Akurat.co

Misa Minggu Kembali di Undur Lantaran Ancaman Bom Kembali Terjadi di Sri Lnagka

Sumber: Google

Gereja katolik Sri Langka harus kembali menunda pelaksanaan misa minggu, hal tersebut dikarenakan ada dua gereja yang kembali menerima ancaman bom.

Dilansir dari AFP,  sebelumnya sudah direncanakan oleh Uskup Agung Kolombo, Kardinal Malcolm Ranjith, akan mengadakan misa minggu seperti biasa di mulai dari 5 mei mendatang. Akan tetapi hal tersebut harus gagal karena ancaman bom kambali datang.

"Atas saran pasukan keamanan, kami memutuskan untuk tidak mengadakan misa Minggu di gereja mana pun. Ada ancaman spesifik yang ditujukan di dua lokasi," kata juru bicaranya.

Pada Minggu (28/4) lalu, meski meniadakan misa di seluruh gereja, kardinal menyelenggarakannya secara khusus yang disiarkan langsung lewat televisi.

Pada hari Selasa (30/4), ia mengatakan terus mengikuti penyelidikan tragedi itu dan ingin memastikan keamanan situasi sebelum kembali mengadakan misa.

Misa itu akhirnya diputuskan batal sehari setelah semua partai politik tidak jadi menggelar unjuk rasa Hari Buruh lantaran khawatir terjadi ledakan bom. Padahal, kardinal sudah berharap bisa mulai menyelenggarakan misa seperti biasa di sejumlah gereja pada hari Minggu (5/5) mendatang dan berlanjut menyesuaikan situasinya.

Tak hanya dibatalkan, gereja di seluruh Sri Lanka juga dijaga ketat oleh petugas bersenjata. Kardinal pun sudah diberikan beberapa pengawal dan tim keamanan besar.

Namun, sebuah limosin antipeluru yang diberikan pemerintah kepadanya malah dikembalikan. Pemuka agama Katolik itu lebih memilih bepergian dengan mobil biasa.

"Saya tidak takut. Saya tidak butuh kendaraan antipeluru untuk bepergian. Tuhanlah pelindungku. Namun, saya ingin umat dan negara ini aman," ucapnya.

Ranjith sendiri terus memantau kemajuan operasi keamanan terhadap para jihadis di balik serangan itu. Gereja juga menuntut hukum yang lebih tegas untuk menindak para pelaku.

Sumber: Akurat.co

KPU Terus Pantau Perkembangan Korban Petugas KPPS Yang Terus Bertambah

Sumber: Google

Terkait korban meninggal usai Pemilu 2019 petugas KPU masi terus memantau perkembangan petugas KPU yang meninggal dunia.

Arif Rahman Hakim Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengatakan, berdasarkan data terbaru per 2 Mei 2019 pukul 08.00 WIB pagi, tercatat sebanyak 382 petugas KPPS yang meninggal dunia, dengan wilayah Provinsi Jawa Barat yang paling banyak yaitu 100 orang petugas KPPS.

"Jumlah KPPS yang wafat sebanyak 382 orang. Kemudian jumlah KPPS yang sakit ada 2.232 orang," sebut Arif dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Dengan demikian, total dari seluruh jumlah KPPS yang sakit dan meninggal dunia menjadi 3911 orang. 

Berikut rincian data petugas KPPS pemilu 2019 yang meninggal dunia:

Jawa Barat 100 jiwa 
Jawa Tengah 62 jiwa
Jawa Timur 39 jiwa
Banten 21 jiwa 
Lampung 17 jiwa
Sumatera Utara 14 jiwa
D.I.Y Yogyakarta 11 jiwa 
DKI Jakarta 11 jiwa 
Kalimantan Barat 10 jiwa
Nusa Tenggara Timur 10 jiwa 
Riau 10 jiwa 
Sumatera Selatan 8 jiwa 
Aceh 7 jiwa
Bengkuli 7 jiwa
Sulawesi Utara 7 jiwa
Kalimantan Timur 6 jiwa 
Kalimantan Selatan 6 jiwa
Papua 6 jiwa 
Sulawesi Selatan 5 jiwa 
Jambi 5 jiwa
Nusa Tenggara Barat 4 jiwa 
Kalimantan Tengah 3 jiwa 
Kepulauan Riau 3 jiwa 
Sumatera Barat 2 jiwa 
Maluku 2 jiwa 
Bali 2 jiwa
Sulawesi Tengah 1 jiwa
Sulawesi Tenggara 1 jiwa 
Sulawesi Barat 1 jiwa
Kalimantan Utara 1 jiwa
Papua Barat 0 jiwa  
Maluku Utara 0 jiwa 
Kep. Bangka Belitung 0 jiwa 
Gorontalo 0 jiwa

Sebagaimana diketahui, pemerintah menyepakati santunan untuk KPPS yang meninggal sebesar Rp 36 juta. Kemudian, untuk petugas yang mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kecacatan permanen diberikan santunan Rp 30,8 juta.

Sementara, untuk petugas yang mengalami luka berat akan diberikan santunan Rp 16,5 juta dan, untuk petugas yang mengalami luka sedang akan mendapat santunan Rp 8,25 juta.

Sumber: Akurat.co

Langgar Prosedur Kalapas Nusakambangan Akan di Copot

Sumber: Google

Dirjen Pas Junaedi Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, menyatakn bahwa ada 13  13 petugas lapas, termasuk Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan Herman menyalahi prosedur dalam pemindahan 26 napi narkoba ke Lapas Nusakambangan.

Pelanggaran prosedur tersebut terjadi di dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah pada kamis 28/3/2019) lalu. Atas hal tersebut Herman mengaku akan bertanggung jawab dengan dinonaktifkan dari jabatanya.

"28 maret 2019 pemindahan yang berlangsung dari Lapas Grobokan Bangli. 26 napi diduga melakukan kegiatan pengendalian peredaran narkoba ke Nusakambangan," ujarnya di Lapas Cipinang, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019). 

"Sekira jam 14:30 WIB rombongan napi pindahan dari Bali, sampe di Dermaga Wijayapura, Cilacap dilakukan pemeriksaan SOP, penerimaan, diborgol kumulatif, dipisahkan secara sendiri-sendiri," lanjutnya. 

Junaedi melanjutkan, tim yang disiapkan untuk menerima kedatangan napi adalah Kalapas Narkotika dan Kabid Keamanan dan Ketertiban (Kantip). Seharusnya, para napi diberikan pengarahan dan dijaga hingga masuk lapas. Namun, berdasarkan video yang beredar di aplikasi WhatsApp grup, narapidana mendapat perlakuan tidak manusiawi, mereka diseret masuk dalam kapal.

"Atas itu, maka dilakukan pemeriksaan oleh tim, dari pusat dalam hal ini Direktur Kantim, bersama tim dari kanwil, pemasyarakatan Jateng. Kita melakukan pemeriksaan intensif ke petugas yang melakukan pelanggaran SOP," katanya

Sumber: Akurat.co

Hasil Perhitungan KPU Terbaru

Sumber: Google

Pada laporan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 hingga rabu pukul 05.30 WIB pasangan nomor urut 01 mas tetap memimpin.

Hal tersebut diketahui dari sistem informasi penghitungan suara komisi pemilihan umum (KPU) dengan hasil paslon 01 sebanyak 52.324.042 atau 56.07 persen sedangkan paslon 02 meraih sebanyak 52.324.042 atau 56.07 persen.

Meskipun demikian perolehan suara kedua pasangan calon tersebut akan terus mengalami perubahan karena belum seluruh data dihimpun dari 34 provinsi di Indonesia oleh KPU RI melalui situs resminya.

Hingga Kamis Pagi (1/5/2019) pukul 05.30 WIB, KPU RI baru menghimpun data 496.103 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS atau setara dengan 60, 99 persen.

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS di Tanah Air.

Sumber: Akurat.co

Ini Pesan Joko Widodo Pada Hardiknas

Sumber: Google

Joko Widodo di lihat dari semua lama akun media sosial pribadinya mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas yang jatuh pada tanggal 2 mei.

Jokowi juga menyampikan pesan bahwa menurutnya pependidikan adalah jalan panjang yang harus di tempuh bagi sebuah bangsa dalam upaya membangun identitas, karakter, dan martabat.

Pada postingannya  beliau juga mengubah gambar dengan animasi  suasana dimana seorang guru mengajar anak murid di kelas. Di dinding kelas, ada foto Jokowi dan tokoh pendidikan nasional Indonesia yakni Ki Hadjar Dewantara.

"Selamat Hari Pendidikan Nasional -- Presiden Joko Widodo," dikutip AKURAT.CO dari tulisan yang ada di gambar tersebut.

Diketahui 2 Mei selalu diperingati Hari Pendidikan Nasional. Pada tanggal itu, juga merupakan hari lahir tokoh pendidikan Indonesia yakni Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau dikenal Ki Hadjar Dewantara.

Hari Nasional ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 1959 tanggal 16 Desember 1959. Penetapan tersebut juga merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada jasa Ki Hadjar Dewantara yang telah memelopori sistem pendidikan berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.



Sumber: Akurat.co