Showing posts with label Bamsoet. Show all posts
Showing posts with label Bamsoet. Show all posts

Sunday, July 28, 2019

Bamsoet Mendapat Dukungan Untuk Maju Sebagai Caketum Partai Golkar

Sumber: Google

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) memberi dukungan penuh kepada Bambang Soesatyo untuk maju mencalonkan diri sebagai Caketum Partai Golkar periode 2019-2024 pada Musyawarah Nasional partai Golkar 2019.

keputusan ini disepakati melalui agenda Rapimnas II SOKSI. Sebanyak 34 provinsi yang hadir dan memberikan dukungan untuk Bamsoet dalam Rapimnas II SOKSI yang dilaksanakan pada Minggu, (28/7/2019) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan.


Selain itu, SOKSI juga mendorong pelaksanaan Munas partai berlambang pohon beringin itu untuk menjadi barometer proses demokratisasi partai politik di Indonesia.

Hal ini merupakan pertimbangan arahan pimpinan SOKSI untuk menyikapi situasi kebangsaan paska pemilu serta dinamika politik yang terjadi.

"Sebagai salah satu pendiri partai Golkar, SOKSI memandang perlu partai Golkar harus segera bebenah diri sebagai partai modern yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, untuk mengawal pembangunan nasional di periode kedua pemerintahan Joko Widodo," ungkapnya.

SOKSI juga menginginkan keberhasilan pembangunan di masa ini akan menjadi pondasi untuk mencapai visi Indonesia emas tahun 2045.



Sumber: Akurat.co

Thursday, April 25, 2019

Bamsoet Setuju Pilpres Dan Pileg Di Pisah

Sumber: Google

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI  menyetujui revisi UU nomor 77 tahun 2017 terkait  Pemilihan Umum (Pemilu), untuk penyempurnaan aturan terkait pelaksanaan pemilu.

Bamsoet juga memberikan contoh sebuah poin yang perlu direvisi adalah mengembalikan aturan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres), tidak dilakukan secara bersamaan.

"Saya setuju kembali seperti dulu. Pileg seperti DPR RI, DPD RI, DPRD dan Pilpres terpisah dengan waktu masa kampanye maksimal tiga bulan," kata Bambang di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Bambang mengatakan ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaan pemilu serentak, misalnya terlalu rumit dan mempersulit pemilih dalam menentukan pilihannya.

Selain itu, menurut politisi Partai Golkar tersebut, pemilu serentak menyebabkan beban kerja penyelenggara pemilu seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) semakin besar.

Beban kerja yang besar itu, menurut dia, menyebabkan banyak anggota KPPS yang meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit setelah pemungutan suara.

"Pemilu serentak rumit dan mempersulit pemilih terutama yang ada di desa-desa," ujarnya.

Sumber: Akurat.co

Friday, September 28, 2018

Bamsoet " KPK Harus Segera Tuntaskan skandal Bank Century"

Sumber : Goegle
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo  (Bamsoet)  dalam sambutanya di Sidang Tahunan MPR RI, Pada Kamis 16 Agustus 2018 yang memberikan tanggapan terhadap polemik artikel media asing Asia Sentinel soal skandal Bank Century yang menyeret Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kasus pencucian uang.

Dalam sambutanya Bamsoet meminta KPK untuk segera menuntaskan skandal Bank Century. Sebagai inisiator Hak Angket Century saat itu, Bamseot telah telah merekomendasikan dugaan perbuatan melanggar hukum. 

Maka dari itu yang bisa dilakukan ialah mendesak KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Politisi Golkar ini juga meminta agar kasus ini tidak dibiarkan menggantung.

"Jangan sampai ini (kasus Bank Century) terus menggantung dan merugikan SBY itu sendiri," tutupnya.

Karenanya, Bamsoet juga mendukung niatan SBY menggugat Asia Sentinel ke ranah hukum. 

"Kita mendukung langkah SBY menarik ini ke ranah hukum," ucap Bamsoet di gedung DPR.

Sumber : Akurat.co