Thursday, April 11, 2019

Jokowi Turut Bersedih Terkait Kasus Kekerasan Pada Anak

Sumber: Google

Terkait kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Pontianak Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa empati dan turut prihatin. 

"Kita semua sedih, kita semua berduka atas peristiwa perundungan itu," ungkap Jokowi di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Jokowi telah meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bertindak tegas, namun juga tetap bijaksana, mengingat pelaku perundungan ini masih di bawah umur.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk tegas menangani ini sesuai prosedur hukum," ujarnya.

Perbuhan yang intraksi yang terjadi di tengah masyarakat membuat hak tersebut dapat terjadi.

Menurut Jokowi, peristiwa perundungan yang menimpa siswi SMP itu menunjukkan bahwa ada perubahan interaksi yang terjadi di tengah masyarakat.

"Ada sesuatu masalah yang berkaitan dengan pola interaksi sosial antarmasyarakat yang berubah lewat media sosial. Ini adalah masa transisi yang kita semua harus hati-hati. Terutama awasi betul anak-anak kita, jangan sampai terjebak pada pola interaksi sosial yang sudah berubah tetapi kita belum siap," katanya.

Untuk itu, Jokowi pun berharap agar para orang tua, guru dan masyarakat dapat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, serta meluruskan hal-hal yang tidak benar yang terjadi di lapangan.

"Ini harus disikapi bersama-sama. Karena ada sebuah pergeseran, ada masa transisi pola interaksi sosial antarmasyarakat yang berubah karena keterbukaan media sosial," ungkapnya.

Di samping itu, Jokowi juga tidak menampik bila ada usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak.

"Tapi yang paling penting budaya kita, etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita, semua tidak memperbolehkan hal tersebut (perundungan)," ujarnya.

Sumber: Akurat.co

Militer Sudan Kepung Istana Presiden

Sumber: Google

Istana Presiden di kabarkan di kepung oleh militer Sudan. Ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi di Sudan. Tidak hanya itu militer Sudan juga menduduki stasiun televisi dan radio milik negara di Omdurman, kota terbesar kedua Sudan.
Dikabarkan dalam waktu dekat pengumuman akan di keluarkan oleh militer Sudan.
Hingga saat ini, televisi dan radio Sudan memutar lagu-lagu nasional sambil menunggu pengumuman disiarkan.
Sadiq Al Mahdi, seorang pemimpin politik Sudan yang menonjol dalam gerakan oposisi, menyerukan komando militer terpilih untuk menegosiasikan transisi menuju demokrasi.
Protes untuk menuntut mundurnya Presiden Sudan Omar al-Bashir telah memasuki hari kelima. Demonstran menyatakan total ada 21 orang tewas sejak hari pertama aksi digelar.
Beberapa negara Barat juga merilis pernyataan yang meminta Bashir untuk mundur. Tidak dijelaskan negara mana saja yang merilis pernyataan tersebut.
Presiden Omar Al-Bashir telah berkuasa sejak 1989 lewat kudeta militer yang dilakukannya. Rakyat Sudan menganggap Bashir telah berkuasa terlalu lama dan bertanggung jawab atas keterpurukan ekonomi di Sudan.

Sumber: Akurat.co

Wednesday, April 10, 2019

Begini Keadaan Audrey Korban Pengeroyokan

Sumber: Google

 Inspektur Jenderal Didi Haryono Kapolda Kalimantan Barat mengatakan bahwa pada hari ini para pelaku penganiyayaan terhadap siswi 14 tahu muai di periksa di Kota Pontianak diperiksa polisi.

"Bagi terduga pelaku, mulai hari ini dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh pihak kepolisian," kata Didi Haryono seusai menjenguk korban penganiayaan di salah satu rumah sakit di Pontianak. Dia akan terus menindaklanjuti kasus penganiayaan itu.

"Karena pelaku dan korban adalah anak-anak, maka penegakan hukumnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga akan dilakukan penegakan hukum dan bimbingan psikologisnya," kata Didi.

Dia menambahkan tetap diproses hukum, tetapi jangan sampai penegakan hukum membawa dampak psikologis mereka, dan tetap diproses karena sudah masuk tindak pidana, dan setiap prosesnya akan didampingi oleh KPPAD Kalbar.

"Hari ini kami sudah menjenguk langsung korban penganiayaan, dan secara fisik sudah bagus, bisa bicara, namun secara fisikis agak depresi mungkin masih teringat terus apa yang baru pertama kali dialaminya itu," katanya.

Ibu korban penganiayaan mengatakan sangat menyesalkan kasus penganiayaan yang menimpa putrinya  sehingga pihaknya menyerahkan proses selanjutnya kepada kepolisian.

"Hingga saat ini anak saya masih trauma, atau fisikisnya masih terganggu dan dalam pemulihan," kata dia.

Kepala Bidang Dokkes Polda Kalimantan Barat Sucipto mengatakan dari hasil pemeriksaan dokter, hasilnya tidak seperti yang diberikan di media sosial yang menyatakan pada area sensitifnya dianiaya.

"Intinya masih utuh, tidak ada robekan atau luka, dan tidak ada trauma fisik pada area sensitif tersebut," katanya.

Sumber: Akurat.co

Ini Tokoh-Tokoh Yang Mendukung Audrey Mendapat Keadilan

Sumber: Google

Beberapa tokoh terkenal turut angkat suara terkait kasus kekerasan pada anak yang meninpa seorang anak permupuan yaitu Audrey siswi SMP yang berusia 14 tahun. Diketahui Audrey dikeroyok 12 siswi menengah atas. Audrey mengadu menjadi korban kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya berbenturan ke aspal. Akibatnya, ia harus dilarikan ke rumah sakit.

Para tokoh  tersebut menginginkan kasus tersebut berjalan dan pelaku diadili. Viralnya kasus Audrey di media sosial ini, membuat masyarakat simpatik terhadapanya.

Berikut komentar para tokoh:


Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji melalui akun Instagram menyapaikan keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa Audrey.

"Ass. Saya sungguh sangat prihatin dengan kasus pengeroyokan oleh 12 anak perempuan terhadap anak perempuan juga hanya karena masalah sepele. Mereka memang masih di bawah umur, tapi kalau dikaji, apa yang mereka lakukan lebih dari kenakalan anak di bawah umur," tulis bang.midji melalui insta storynya.

Sutarmidji berharap kasus tersebut dapat ditangani secara hukum dan dia mendukung upaya keluarga korban untuk mendapatkan keadilan.

"Saya berharap kasus ini ditangani secara hukum dan kita kesampingkan karena pelakunya anak di bawah umur. Harus ada efek jera dan saya dukung upaya orang tua korban untuk dapatkan keadilan. Guru hendaknya bisa tahu perilaku anak di sekolah," ucap mantan Wali Kota Pontianak ini.


Pengacara kondang Hotman Paris angkat bicara terkait kasus Audrey. Viralnya kasus Audrey di media sosial membuat Hotman Paris terketuk ingin membantu keluarga korban dalam mengadili pelaku yang menjahati Audrey.

Melalui akun Instagram @hotmanparisofficial, meminta siapapun warganet untuk menyampaikan kepadanya berapa nomor handphone keluarga Audrey. "Minta no hp keluarga korban?? Ayok kita berjuang agar pelaku diadili," tulisnya.

Hotman Paris juga bergerak cepat dan mengatakan jika dirinya akan menghubungi semua pejabat terkait kasus tersebut agar pelaku ditangkap.

"Hari ini Hotman akan hubungin semua pejabat terkait agar penganiaya Audry di tangkap! Selalu ikutin perkembangan di ig ini dan di my youtube: hotman paris official. Subscribe agar makin dekat di hati! Boleh tau di kantor polisi mana kasus Audrey di periksa? Polsek? Polres? Usaha awal hotman telah hub tv-tv agar kasus ini di beritakan," kata Hotman Paris.


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi awalnya tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Audrey, bahkan kasus itu terdengar asing olehnya. Setelah diberitahukan oleh beberapa netizen, barulah Mahfud MD menanggapi.

Mahfud MD mengatakan bahwa pihak kepolisian sudah bertindak dan harus ada penegakkan hukum secara tegas.

"Polisi sudah bertindak. Hukum ada prosedur-prosedurnya yang harus dilewati dengan sabar. Pokoknya harus ada penegakan hukum secara tegas jika kita ingin negara ini baik. Tapi juga berhukum itu harus bersabar agar tidak salah sasaran," kata Mahfud MD melalui akun Twitter.


Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian agar menyelidik kasus tersebut. Jangan sampai kasus ini selesai hanya dengan kekeluargaan.

Menurutnya, pelaku harus dihukum berat dan dipenjarakan. Dia juga me-mention akun Presiden Joko Widodo.

"Pak Kapolri Tito Karnavian @DivHumas_Polri BapakPresiden @jokowi , kasus penganiayaan Audrey ini jangan sampai diselesaikan secara kekeluargaan. Hukum berat yang bersalah! Penjarakan!" tulis @RustamIbrahim.

Sumber: Akurat.co

Petisi Untuk Audrey Mencapai Satu Juta Lebih

Sumber: Google

Kasus kekerasan pada Audrey siswi SMP yang berusia 14 tahun mampum menyita banyak perhatian berbagai kalangan khususnya warga net. Nama Audry mendadak menjadi terkenal karena tagar #JusticeForAudrey menjadi tranding di Twitter. 

Kasus Audry mamapu menyita simpatik warga net, dimana dikabarkan Audry yang dikeroyok 12 siswi menengah atas, hal tersebut membuat warga net merasa geram dan kesal dan akhirnya membuat petisi online  di laman Change.org dengan judul "KPAI dan KPPPA, Segera Berikan Keadilan untuk Audrey #JusticeForAudrey!"

Petisi itu ditujukan kepada Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Indonesia dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dalam petisi tersebut diceritakan bagaimana kronologi kejadian sampai sebelumnya keluarga korban bungkam ketika dikonfirmasi masalah kejadiannya.

Awalnya, petisi ini ditargetkan untuk mendapatkan 500 ribu tanda tangan. Namun, sampai saat AKURAT.CO melihat kembali petisi tersebut pukul 22.19 WIB, petisi tersebut sudah ditanda tangani 1.329.140, yang ditargetkan mencapai 1. 500.000.

Petisi. Screencapture
Sebelumnya, tagar #JusticeForAudrey bergaung di media sosial, hari ini, sebagai tanda solidaritas untuk Audrey yang menjadi korban pengeroyokan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Netter dengan akun @syarifahmelinda menceritakan kisah A di Twitter. Cerita itu kemudian di-retweets berkali-kali oleh warganet.

"Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak," demikian ditulis @syarifahmelinda.

Pengeroyokan terhadap A terjadi belum lama ini. Pemicu pengeroyokan hanya karena komentar tentang cowok melalui Facebook. Akibatnya, A dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Medika pada Senin (8/4/2019).

Menurut Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat Tumbur Manalu pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 12 siswi pada Jumat (29/3/2019). Tapi menurut laporan Antara, dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, yakni berinisial NE, TP dan FZ, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton.

Sumber: Akurat.co

Tuesday, April 9, 2019

Audrey Harus Dapat Keadailan: GUbernur Kalimantan Barat

Sumber: Googla

Sutarmidji Gubernur Kalimantan Barat angkat suara terkait kasus Audrey. Dirinya mengaku sangat prihatin terkait apa yang terjadi dengan Audrey.

"Ass. Saya sungguh sangat prihatin dengan kasus pengeroyokan oleh 12 anak perempuan terhadap anak perempuan juga hanya karena masalah sepele," tulis bang.midji melalui insta storynya.

"Mereka memang masih di bawah umur, tapi kalau dikaji, apa yang mereka lakukan lebih dari kenakalan anak di bawah umur," ujar Sutarmidji.

"Saya berharap kasus ini ditangani secara hukum dan kita kesampingkan karena pelakunya anak di bawah umur," kata dia.

Belai juga mendukung upaya keluarga korban untuk mendapatkan keadilan.

"Harus ada efek jera dan saya dukung upaya orang tua korban untuk dapatkan keadilan. Guru hendaknya bisa tahu perilaku anak di sekolah," ucap mantan Wali Kota Pontianak ini.

Menurut Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat Tumbur Manalu pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 12 siswi pada Jumat (29/3/2019). Tapi menurut laporan Antara, dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, yakni berinisial NE, TP dan FZ, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton.

"Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019), tetapi baru dilaporkan kepada orangtuanya Jumat (5/4/2019) dan ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan. Kemudian kami dari KPAD langsung menerima pengaduan," kata Manalu di kantor KPPAD yang dikutip AKURAT.CO dari Tribunnews.

Manalu menjelaskan pemicu pengeroyokan tersebut karena masalah asmara antara kakak sepupu korban dan salah satu pelaku. Saat itu, korban turut berkomentar di laman Facebook kakak sepupunya. Namun, komentar korban dianggap menyinggung salah satu pelaku.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info, kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini. Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," katanya.

Pelaku menjemput korban di rumahnya dengan dalih diajak ngobrol. Korban diajak ke Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Berdasarkan keterangan korban, di dua lokasi tersebut para pelaku melakukan tindak kekerasan.

Sumber: Akurat.co

Hotman Paris Rela Lakukan Hal Ini Demi Bela Audrey

Sumber: Google

Pengacara kondang Hotman Paris akhirnya turun tangan terkait kasus kekerasan terhadapa Audrey, seorang anak SMP yang dikabarkan di keroyok sejumlah anak sekolah menengah atas. Hotman paris juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turut bersuara dalam kasus Audrey.

"Kepada Bapak presiden RI Jokowi, inilah kesempatan paling bagus untuk bapak bersuara dalam kasus Audrey, agar para pelaku yang diduga sebagai penganiaya dari kasus Audrey segera ditangkap dan diadili," kata Hotman Paris dalam video unggahannya di salah satu akun media sosial pribadinya, Rabu (10/4/2019).

Hotman paris merasa heran dan geram karena para pelaku dapat bebas begitu saja, hanya karena masalah masi di bawah umur. karena menurutnya dibawah umur pun bisa di adili.

"Bagaimana bisa dibebaskan tidak ditangkap segera orang yang diduga mencolok kemaluan dari seorang wanita muda. Walaupun dia (pelaku) masih di bawah umur, tetap bisa diadili, bukankah ada peradilan anak," ujar Hotman Paris.

Hotman Paris juga menyumbangkan sejumlah uang kepada keluarga Audrey sebagai bentuk perlawanan hukum pertama.

"Kepada keluarga korban saya baru dapat honor dari Pesantren Tebu Iren Jombang, itu semua honor akan saya sumbangkan kepada ibu dari korban sebagai awal perlawanan hukum. salam, Hotman Paris," ujarnya.

Sebelumnya, Hotman Paris angkat bicara terkait kasus Audrey, seorang siswi sekolah menengah pertama yang menjadi korban pengeroyokan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Viralnya kasus Audrey di media sosial membuat Hotman Paris terketuk ingin membantu keluarga korban dalam mengadili pelaku yang menjahati Audrey.

Melalui akun Instagram @hotmanparisofficial, meminta siapapun warganet untuk menyampaikan kepadanya berapa nomor handphone keluarga Audrey. "Minta no hp keluarga korban?? Ayok kita berjuang agar pelaku diadili," tulisnya.

Tak cukup sampai situ, bergerak cepat, Hotman Paris mengatakan jika dirinya akan menghubungi semua pejabat terkait kasus tersebut agar pelaku ditangkap. Bahkan, Hotman Paris juga menghubungi beberapa televisi untuk mendalami kasus tersebut.

"Hotman sudah hubungin para Pemred Tv agar kasus Audrey di ekspose! Sejak tadi malam hotman sudah bekerja," ujarnya.

Atas apa yang dilakukan Hotman paris membuat warganet merasa bangga dan mengapresiasi apa yang dilakukan pengacara kondang tersebut.

Sumber: Akurat.co