Showing posts with label Palestina. Show all posts
Showing posts with label Palestina. Show all posts

Monday, June 10, 2019

Motivasi Simon Pelatih Timnas Untuk Menang Dari Yordania


Sumber: Google
Simon McMenemy Pelatih Tim Nasional Indonesia,  memberikan motivasi khusu menjelang  laga uji coba kontra Yordania di Stadion King Abdullah II, Amman, Yordania, Selasa (11/6). Ia berambisi mengakhiri rekor buruk Skuat Garuda kala bersua tim-tim asal Timur Tengah.

"Kita tahu Tim Nasional Indonesia memiliki catatan buruk ketika menghadapi tim dari timur tengah, saya ingin merubah tren negatif tersebut," ujar Simon McMenemy di situs resmi PSSI.

Bukan rahasia lagi kalau Indonesia selalu kesulitan meladeni gaya permainan tim-tim asal Timur Tengah. Contoh terbaru tentu terlihat pada Asian Games 2018 silam, di mana dua kekalahan Timnas U-23 ditelan dari Palestina dan Uni Emirat Arab.

Simon McMenemy mengakui ambisinya memperbaiki rekor pertemuan dengan negara Timur Tengah tidak akan mudah untuk diwujudkan. Namun, ia meminta anak-anak asuhnya untuk tak merasa kalah sebelum bertanding.

"Saya ingin para pemain siap untuk pertandingan nanti, tidak hanya mengerti akan apa yang harus dilakukan di lapangan. Namun, juga harus mempersiapkan mental," tambahnya.

Terakhir kali bertandang ke markas Yordania, Indonesia takluk dengan skor telak 5-0. Selain kualitas lawan yang bagus, faktor cuaca juga sering menjadi hambatan untuk tampil maksimal.


Sumber: Akurat.co

Monday, April 29, 2019

Donal Trump Di anggap Berbohong Terkait Janjinya Akan Perdamaian Palestina dan Israel

Sumber: Google

Donald Trump Presiden Amerika Serikat di anggap berbohong terkait janjinya yang akan mendamaikan Israel dan Plaestina. Hal tersebut di ungkapkan oleh pengamat lantaran di anggap tidak adanya tindakan nyata dari Trump untuk mewujudkan perdamaian.

"Kesepakatan abad ini adalah rencana kolonial pro-Israel," kata Rabab Abdulhadi dari Universitas Negeri San Francisco, dilansir dari laman Middle East Monitor, Senin (29/4).

"Perdamaian berarti menghormati hak-hak Palestina yang tidak dapat dicabut dan penentuan nasib sendiri, memungkinkan Palestina untuk menentukan masa depan mereka sendiri, memberi para pengungsi hak untuk kembali ke tanah mereka, menghilangkan rasisme dan diskriminasi, dan menghentikan semua praktik kasar terhadap Palestina. Jika Amerika Serikat tidak mewujudkan ini, tidak akan pernah ada kedamaian," kata Abdulhadi.

Mengacu pada pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel David Friedman, skema perjanjian yang dirumuskan Amerika Serikat akan memberikan bagian dari Tepi Barat sebagai wilayah kedaulatan Israel. Padahal, wilayah tersebut merupakan "wilayah pendudukan" berdasarkan hukum internasional.

"Ini adalah upaya baru untuk mengalihkan, menggagalkan, dan melikuidasi tujuan Palestina. Untuk menghadapi skema ini, rakyat Palestina harus melanjutkan apa yang mereka lakukan: perlawanan," lanjut sang pengamat.

Usulan dari Amerika Serikat telah ditolak oleh berbagai pihak, terutama negara-negara Arab. Di sisi lain, rakyat Palestina diminta untuk mengkahiri perpecahan internal demi kepentingan yang lebih besar.

Sumber: Akurat.co